Beranda
european football
football clubs
football players
soccer
sports
Achraf Hakimi Menyindir Kehilangan Mbappe: PSG Justru Lebih Kuat Tanpa Bergantung pada Satu Bintang
Redaksi
Mei 11, 2025

Achraf Hakimi Menyindir Kehilangan Mbappe: PSG Justru Lebih Kuat Tanpa Bergantung pada Satu Bintang

NOIS.CO.ID -- Paris Saint-Germain (PSG) sekali lagi memperlihatkan dominasinya dalam pentas Liga Champions 2025 dengan sukses mencapai tahap final. Prestasi tersebut tak lepas dari perubahan taktik yang diperkenalkan sang pelatih Luis Enrique, terlebih sejak keluarnya Kylian Mbappe menuju Real Madrid.

Real Madrid dipaksa keluar dari kompetisi di tahap delapan besar, menimbulkan pertanyaan besar tentang keberhasilan taktik yang mereka gunakan. Sebaliknya, PSG berhasil bermain dengan kokoh dan stabil menggunakan pendekatan baru yang lebih mementingkan kolaborasi tim dibandingkan bergantung sepenuhnya pada pemain bintang.

Achraf Hakimi, pemain belakang utama PSG yang sebelumnya mengenyam pendidikan di sekolah sepak bola Real Madrid, berperan besar dalam transformasi strategi tim PSG. Di depan pertemuan media jelang pertandingan semi-final lawan Arsenal, Hakimi menekankan kepentingan kerja sama tim untuk mencapai kemenangan.

"Kebijakan direksi olahraga, presiden, serta pelatih fokus pada pembentukan skuad, bukan hanya mendapatkan sejumlah pemain bintang," jelas Hakimi.

Pernyataan itu dipandang sebagai kritik halus atas kepindahan Mbappe, yang memutuskan untuk pindah ke Real Madrid secara gratis pada bursa Transfer musim panas sebelumnya.

Dirinya sendiri belum benar-benar mencapai harapan pada musim pembukaannya bersama Los Blancos. Walaupun telah memberikan kontribusi dalam hal gol, kinerjanya dinilai masih tidak sepadan dengan tingginya ekspektasi saat bergabung. Ini menimbulkan diskusi tentang apakah lebih baik mendatangkan pemain top atau fokus untuk membentuk solidaritas tim.

Dibimbing oleh Luis Enrique, PSG kini lebih mementingkan strategi tim yang kuat. Hakimi menyatakan bahwa gaya ini tetap akan dipertahankan meskipun bertemu dengan Arsenal di babak semifinal.

"Stili kuat tim kita takkan di ubah; ia bakal terus begitu. Kita mesti main sambil menunjukkan karakter, entah ketika memegang bola atau justru sedang tidak," imbuhnya.

Konsep ini telah menunjukkan efektivitasnya dalam mendorong PSG mencapai tahapan yang lebih tinggi di Liga Champions, bahkan ketika Mbappe tidak turun bermain—pemain yang umumnya menjadi fokus utama serangan mereka. Strategi Enrique sukses merombak cara pandang tim tersebut, membuatnya menjadi lebih sistematis dan mempersulit upaya lawan untuk mendapatkan skor.

Komentar hakim tersebut mengilustrasikan perubahan taktik di era sepak bola saat ini. Sekarang, berbagai klub cenderung menekankan kerjasama tim dan sinergi antarpemain daripada bergantung pada seorang atau dua pemain handal saja. Strategi baru ini bukan hanya mampu meningkatkan ketahanan skuad, namun juga menjaga stabilitas serta mendukung prestasi secara berkelanjutan.

Perubahan yang diperlihatkan PSG di Liga Champions 2025 membuktikan bahwa kolaborasi dalam tim dapat melebihi kemampuan individual. Bila pola ini tetap bertahan, bisa jadi klub raksasa lainnya akan meniru prinsip tersebut untuk mencapai kesuksesan di turnamen antar negara.

PSG saat ini telah maju ke tahap final, dan jalannya pertandingan akan menunjukkan apakah strategi bersama ini dapat membawa mereka meraih kesuksesan di puncak kompetisi Eropa. Yang jelas satu hal terpenting adalah sepak bola sekarang tampak lebih berfokus pada olahraga tim yang sungguhan, dengan saling kerjasama dan solidaritas sebagai faktor penentunya.

Penulis blog

Tidak ada komentar