NOIS.CO.ID -- –Dewan Pendidikan Kota Yogya menurunkan tim spesial untuk menyelidiki dugaan bocornya soal Asesi Standar Pendidikan Wilayah (ASPW) di SMA Negeri 10 Yogyakarta.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Jogjakarta Khamim Zarkasih Putro menyebutkan bahwa tim itu bertindak sesuai dengan perkembangan investigasi yang sedang dijalankan oleh Disdikpora DIY.
"Tim kami dikirim ke lapangan. Hasil akhirnya masih belum jelas," kata Khamim Zarkasih Putro sebagaimana diutarakannya melalui laporan tersebut. Antara .
Ia menyebutkan bahwa sampai sekarang, Dewan Pendidikan belum mendapatkan laporan resmi terkait tuduhan pelanggaran ASPD yang dilakukan di sekolah itu. Hasil investigasi dari Disdikpora DIY juga tidak tersedia.
Meskipun begitu, ia menambahkan bahwa pemantauan masih diteruskan sebagai bagian dari tugas pengawasan institusi tersebut atas kualitas dan kejujuran dalam pelaksanaan penilaian.
"Saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan untuk mengetahui kejadian pastinya, dan kami selaku anggota dewan pendidikan secara konsisten mengawasi," jelas Khamim Zarkasih Putro.
Apabila kelak ternyata ada pelanggaran atau kesalahan dalam implementasi ASPD, kami akan segera merumuskan saran perbaikan sebagai langkah berikutnya. Saran tersebut bisa ditujukan kepada Dinas Pendidikan ataupun Walikota Yogyakarta, bergantung pada isi hasil pengawasan di lapangan.
"Setelah menemukan sesuatu, kami akan mengeluarkan saran. Mungkin kepada Dinas Pendidikan atau kepala kota. Kami akan memikirkan langkah-langkah yang perlu diambil serta tindakan pencegahan apa saja yang dapat digunakan untuk mencegah agar situasi serupa tidak berulang," jelas Khamim Zarkasih Putro.
Menurut postingan yang beredar di media sosial, dikabarkan bahwa seorang guru dari SMPN 10 Jogjakarta dituduh telah menyediakan bocoran soal yang diduga mirip dengan soal ASPD.
ASPD mulai berlaku di DIY pada tahun 2021, setelah UN dicabut. Hasil penilaian asesmen ini merupakan bagian yang signifikan dalam proses penerimaan siswa baru ke sekolah menengah atas atau kedinasan di area DIY.
Kepala Disdikpora DIY Suhirman mengatakan bahwa mekanisme keamanan yang diterapkan pada pembuatan soal ASPD hingga saat ini telah sangat ketat. Saat tahap penyiapan soal, para anggota tim disekolahkan secara terisolasi, serta setelah prosedurnya berakhir, semua naskah soal akan dipusahkan untuk mencegah akses lebih lanjut.
Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY di Yogyakarta sedang dalam proses pengumpulan informasi guna menyelidiki kenyataan atas tuduhan penipuan yang ada. Mereka juga sudah mengundang kepala sekolah serta salah satu guru dari SMP Negeri 10 Yogyakarta untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Kami akan mencari terlebih dahulu asal-usul informasinya, setelah itu kami akan memeriksanya dengan cermat dan mengecek keabsahannya. Setelah semuanya jelas, kami akan merangkum langkah selanjutnya tentang apa yang perlu dilakukan," kata Suhirman.
Redaksi
Tidak ada komentar