
PR GARUT- Dunia pendidikan Indonesia kembali mendapat angin segar dari tanah Pasundan. Revolusi kebijakan yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030 Dedi Mulyadi atau sapaan akrabnya Kang Dedi Mulyadi (KDM), belakangan ini menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Kang Oos Supyadin SE MM, Pengurus Dewan Adat Kabupaten Garut sekaligus Pemerhati Kebijakan Publik.
Menurut Kang Oos, tindakan-tindakan nyata yang diambil oleh KDM mencerminkan kepemimpinan visinya yang mendukung pengembangan karakter bangsa. Dia bahkan mengklaim bahwa figur seperti mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pernah menyampaikan bahwa KDM adalah contoh pemimpin unik yang berhasil mempersembahkan kontribusi positif bagi perkembangan generasi bangsa.
Inovasi ini bukan sekadar keputusan birokratis biasa, tetapi merupakan suatu perubahan pikiran di bidang pendidikan. Hal ini patut untuk kita hargai, ungkap Kang Oos, kepada Pikiran Rakyat Garut, Senin (5/ Mei 2025).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jabar. Isi surat itu terdiri dari sembilan poin penting yang oleh Kang Oos disebut sebagai Nawacita Pendidikan Jabar. Sembilan poin tersebut dirancang untuk membentuk karakter pelajar yang unggul, sehat, dan cinta Tanah Air.
Berikut adalah isi Nawacita Pendidikan Jawa Barat:
1. Peningkatan Sarana Prasarana Sekolah, termasuk toilet dalam kelas, guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan ramah bagi Generasi Panca Waluya.
2. Meningkatkan Kualitas Guru, sehingga para pengajar dapat menjadi figur yang fleksibel dan mengerti arah pendidikan guna menciptakan warga negara Indonesia yang utuh.
3. Larangan Study Tour yang Memberatkan Ortu, dialihkan menjadi aktivitas inovatif seperti manajemen limbah, bertani organik, dan pengantarannyausaha.
4. Penundaan Upacara Wisuda Formal, mulai dari tingkat PAUD sampai sekolah menengah, dikarenakan dianggap kurang memberi dampak pendidikan yang berarti.
5. Kegiatan Bawa Lunch Box dan Menghemat Uang, yang bertujuan untuk mempersiapkan implementasi Program Makanan Bernutrisi Gratis serta membudayakan sikap irit pada siswa.
6. Siswa dilarang mengemudi motor sebelum mencapai usia yang diizinkan dan disarankan untuk memakai transportasi publik atau berjalan kaki.
7. Penguatan Wawasan Kebangsaan, melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Paskibra, dan Palang Merah Remaja.
8. Pembinaan Khusus bagi Pelajar Berperilaku Menyimpang, bekerja sama dengan orang tua, TNI, dan Polri.
9. Peningkatan Pendidikan Moral dan Spiritual, sesuai dengan keyakinan agama masing-masing peserta didik.
Kang Oos menekankan bahwa sembilan poin tersebut dapat berperan sebagai landasan yang kokoh untuk membangun karakter dan meningkatkan kualitas para siswa di Jawa Barat.
Apabila keputusan ini diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin Jawa Barat akan memimpin dalam menciptakan Indonesia Emas pada tahun 2045, tandasnya.
Dia berharap bahwa kabupaten atau kota lain di Indonesia dapat mengikuti jejak berani yang dilakukan oleh KDM. "Tujuan pendidikan sebenarnya adalah untuk mencetak manusia berg karakter, bukan hanya fokus pada pencapaian nilai," tegasnya demikian. ***
Tidak ada komentar