Beranda
crimes
criminal justice
government
NEWS
politics
Sejarah Alcatraz: Mantan Penjara Paling Aman AS yang Ingin Direaktivasi Oleh Trump
Redaksi
Mei 10, 2025

Sejarah Alcatraz: Mantan Penjara Paling Aman AS yang Ingin Direaktivasi Oleh Trump

NOIS.CO.ID -- Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui postingan di platformnya Truth Social niatnya untuk membuka kembali serta merehabilitasi Penjara Alcatraz.

Alcatraz terkenal sebagai salah satu penjara tersulit di Amerika Serikat dan sudah tutup secara resmi lebih dari enam dekade silam.

Saya menginstruksikan Biro Penjara, bekerja sama dengan Departemen Kehakiman, FBI, dan Badan Keamanan Dalam Negeri, agar membuka serta merenovasi Alcatraz menjadi area yang lebih besar guna menampung para penjahat paling berbahaya dan sadis di Amerika. Tuliskan Trump dalam postingannya di akun Truth Social @DonaldTrumpFranklin pada Senin (5/5) waktu lokal.

Kepentingan Trump dalam merestorasi Alcatraz mencerminkan niatnya untuk memulihkan perannya sebagai penjara, bertujuan untuk menampung para tahanan yang sulit dikendalikan.

Namun, presiden Amerika Serikat itu belum juga mengumumkan rincian atau tenggat waktu spesifik tentang pembukaan kembali tahanan tersebut.

Dalam postingannya, Trump menuliskan hal tersebut dengan sangat emosional, BANGUNKAN DIRIMU LAGI DAN BUKA ALCATRAZ!

Di samping itu, dia menuliskan pula bahwa membuka kembali Alcatraz akan jadi lambang dari hukum, ketertiban, serta keadilan.

Rutan Ternama di Amerika Serikat

Alcatraz adalah salah satu penjara terkemuka dan tersohor di Amerika Serikat. Lokasi tahanan ini berada di Pulau Alcatras, kurang lebih dua kilometer jaraknya dari tepi pantai San Francisco.

Alcatraza dikenal karena menjadi lokasi bagi para kriminal paling berbahaya, di mana situasinya sangat ketat dan tak memberi kesempatan untuk kabur.

Tahun 1962, usaha kabur yang dijalankan oleh tiga narapidana bahkan menginspirasi pembuatan sebuah film dengan judul tersebut. Escape From Alcatraz yang diperankan oleh Clint Eastwood.

Dilansir dari laman Lembaga Pemasyarakatan Federal Amerika Serikat , Pulau Alcatraz mulai dipakai sebagai tempat militer Amerika Serikat pada tahun 1850 yang diiringi dengan pembangunan benteng dan pemasangan meriam.

Tahun 1909, bangunan benteng itu diruntuhkan dan dipergunakan sebagai dasar pembangunan penjara militer baru. Hingga tahun 1933, penjara militer ini masih dimanfaatkan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat sebelum pada akhirnya pulau tersebut dilepaskan ke Departemen Kehakiman AS.

Akhirnya, pulau itu dipergunakan menjadi sebuah penjara berkeamanan super ketat guna mengelola para narapidana yang sangat bandel. Tujuan lain adalah untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa pihak berwenang sungguh-sungguh dalam upaya melawan kenaikan tingkat kejahatan waktu itu.

Terkenal di Dunia Kriminal dan Hidup Di Balik Jeruji Baja

Penjara Alcatraz menyimpan beberapa kriminal ternama seperti Al Capone, George 'Machine-Gun' Kelly, Alvin Karpis, serta Arthur "Doc" Barker. Namun, mayoritas tahanan yang dikurungan di sana biasanya adalah napi yang enggan mentaati peraturan dan ketentuan penjara federal, ataupun mereka dikenali sebagai orang-orang keras kepala, membahayakan, dan memiliki risiko tinggi untuk kabur.

Biro Penjara Federal Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa jumlah rata-rata penduduk di lembaga pemasyarakatan tersebut berkisar antara 260 hingga 275 orang.

Dalam penjara sederhana ini, tiap narapidana cuma mendapat empat hak dasar: makanan, baju, tempat menginap, serta layanan kesehatan. Apabila ingin bertemu dengan anggota keluarga misalnya, itu dianggap sebagai fasilitas tambahan atau istimewa.

Para narapidana bisa meninggalkan Penjara Alcatraz dan dipindah kembali ke penjara federal jika dianggap sudah tidak berbahaya lagi.

Walau demikian, dalam masa 29 tahun operasionalnya di Amerika Serikat, telah terjadi 14 percobaan kabur oleh 36 narapidana. Tidak satupun usaha itu berhasil lantaran kebanyakan pelaku ditangkap lagi, ditembak, atau diyakini tenggelam.

Satu usaha peraihan kemerdekaan yang sangat dikenal adalah yang dijalankan oleh Frank Morris bersama saudara-saudaranya, John dan Clarence Anglin. Berdasarkan penyelidikan FBI, ketiganya mencoba menyelinap keluar lewat sistem saluran air dan lubang ventelasi menuju atap bangunan penjara.

Mereka pun menghasilkan perahu darurat dengan menggunakan jas hujan yang diambil secara ilegal. Namun, nasib mereka sampai saat ini masih menjadi misteri dan pihak FBI menduga kuat para tahanan itu telah terjebak dalam kemacetan air.

Penjara Alcatraz saat Ini

Rutan yang dikenal sebagai salah satu paling keras di Amerika Serikat tutup pada tahun 1963 lantaran tingginya biaya operasional. Lokasinya yang jauh dari pemukiman penduduk membuat angka pengeluaran menjadi sangat membengkak, khususnya untuk transportasi barang-barang penting seperti makanan, air, serta BBM menuju Pulau Alcatraz.

Setelah tutup, penjara tersebut lantas berubah menjadi gedung yang tidak terpakai dan dilupakan. Pulau Alcatraz kemudian diambil alih oleh masyarakat asli Amerika dari komunitas 'Indians of All Tribes' antara tahun 1969 sampai 1971.

Tahun 1972, Alcatraz menjadi bagian dari Golden Gate National Recreation Area dan pulau tersebut kemudian dijadikan destinasi tur historis terbuka bagi publik sampai saat ini. (*)

Penulis blog

Tidak ada komentar