Beranda
indonesia
local news
NEWS
tragedies
world
WNI dari Banyuwangi Tewas di Kamboja, Diduga Korban Perdagangan Manusia
Redaksi
Mei 13, 2025

WNI dari Banyuwangi Tewas di Kamboja, Diduga Korban Perdagangan Manusia

NOIS.CO.ID -- Rizal Sampurna, warga negara Indonesia dari Banyuwangi, Jawa Timur, diberitakan telah meninggal di Kamboja.

Berita tentang kematian Rizal itu diketahui oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Phnom Penh, Kamboja.

Dikutip dari situs berita ANTARA , KBRI Phnom Penh sudah mendapatkan berita tentang kematiannya Rizal dari pihak polisi Kamboja pada tanggal 17 Maret 2025 yang lalu.

Rizal tutup usia karena serangan jantung dan diperkirakan merupakan korban dari kasus perdagangan manusia di Kamboja.

Menurut pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang berada di Jakarta, mayat Rizal telah sampai di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur pada hari Minggu (11/5) pukul 19:30 Waktu Indonesia Bagian Barat.

Saat tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya, jenazah Rizal segera dikembalikan ke desanya yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Berdasarkan laporan dari KBRI Phnom Penh, Rizal berprofesi sebagai admin dalam bidang penipuan online ( online scam ) di Kamboja.

Dilaporkan bahwa KBRI di Phnom Penh segera mengirim surat diplomatis ke otoritas Kamboja guna menelusuri perusahaan yang telah menyewa Rizal.

Sebaliknya, Kepolisian Kamboja akhirnya melacak perusahaan itu dan bersedia memfasilitasi pengiriman kembali jenasah Rizal ke Indonesia yang tiba pada hari Sabtu (10/5).

Setibanya di Banyuwangi, jenasah Rizal lantas diserahkannya ke keluarganya guna segera dimakamkan.

Duta Besar Kemenlu RI yang turut serta pada kesempatan itu juga mengeluarkan ucapan belasungkawa dan menerangkan langkah-langkah yang telah dijalankan untuk membawa kembali jenasah Rizal.

Sebagaimana diambil dari situs web resmi Saya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) , jumlah warga negara Indonesia yang menghadapi masalah di Kamboja meningkat secara signifikan pada awal tahun 2025.

Selama janji-Februari 2025, KBRI Phnom Penh mencatat telah menghadapi sebanyak 841 kasus masalah warga negara Indonesia di Kamboja, naik tajam hingga menjadi tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Mayoritas kasus warga negara Indonesia yang mengalami masalah di Kamboja berlangsung di bidang penipuan online. online scam ) dengan rasio hingga 75 persen.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyampaikan bahwa KBRI akan tetap berkolaborasi dengan semua pihak yang relevan di Kamboja maupun Indonesia guna memperkecil insiden tersebut.

Santo mendesak masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi pemberitaan tentang lowongan kerja di luar negeri yang menjanjikan upah besar namun tak mensyaratkan syarat keahlian tertentu. (*)

Penulis blog

Tidak ada komentar