
BERITA PRIANGAN -Keberadaan klub sepak bola profesional di tingkat kabupaten atau kota bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga alat strategis dalam mendorong pembangunan daerah secara menyeluruh. Pemerintah daerah yang mendukung eksistensi klub sepak bola secara aktif mampu memanfaatkan potensi olahraga sebagai penggerak ekonomi, sosial, dan budaya.
Klub sepak bola profesional menuntut tersedianya fasilitas olahraga yang memadai, seperti stadion, lapangan latihan, dan sarana penunjang lainnya. Pemerintah daerah yang mendukung klub cenderung mendorong investasi di sektor infrastruktur olahraga. Pembangunan stadion tidak hanya memberikan nilai tambah pada citra daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong sektor konstruksi serta jasa.
Pertandingan sepak bola profesional menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan luar daerah. Kehadiran para pendukung menciptakan peluang bagi UMKM, mulai dari kuliner, merchandise, transportasi hingga penginapan. Klub yang dikelola dengan baik mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Klub sepak bola juga berfungsi sebagai simbol identitas lokal. Dukungan masyarakat terhadap klub menciptakan rasa kebanggaan dan memperkuat solidaritas sosial. Pemerintah kabupaten/kota yang turut serta dalam pembinaan klub secara tidak langsung mendorong kohesi sosial yang penting dalam pembangunan manusia dan peningkatan kualitas hidup warga.
Selain aspek kompetisi, klub sepak bola menjadi sarana pembinaan generasi muda melalui akademi atau sekolah sepak bola. Dukungan pemerintah daerah terhadap program pembibitan atlet lokal memperkuat sistem pendidikan non-formal dan membuka jalan bagi anak-anak daerah untuk meniti karier profesional.
Kolaborasi Pemerintah dan Klub
Secara ideal, pemerintah daerah perlu menjalin kemitraan aktif dengan klub melalui alokasi anggaran, regulasi pendukung, serta integrasi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Sinergi ini penting agar keberadaan klub tidak hanya bertahan secara finansial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dampak ekonomi dari klub sepak bola profesional terhadap daerah tidak hanya dirasakan pada hari pertandingan, tetapi menyebar ke berbagai sektor dan menjadi penggerak ekonomi yang cukup signifikan. Berikut ini adalah beberapa dampak spesifik terhadap ekonomi lokal:
- Peningkatan Pendapatan UMKM: Pedagang makanan, minuman, dan merchandise di sekitar stadion mengalami lonjakan penjualan saat pertandingan berlangsung, klub yang memiliki fanbase kuat menciptakan permintaan tinggi terhadap produk bermerek klub, memicu produksi lokal.
- Dorongan terhadap Sektor Pariwisata: Hotel, transportasi, dan restoran lokal mengalami peningkatan kunjungan dari suporter luar kota, kota yang memiliki klub profesional seringkali menjadi tujuan wisata olahraga, terutama saat pertandingan besar atau derby lokal.
- Investasi Infrastruktur: Klub profesional membutuhkan fasilitas yang memadai, mendorong pembangunan stadion, pusat pelatihan, dan akses transportasi, investasi ini menciptakan lapangan kerja di sektor konstruksi dan pemeliharaan fasilitas.
- Pekerjaan dan Profesi Baru: klub menyerap tenaga kerja dalam bidang olahraga (pemain, pelatih), manajemen, media, keamanan, dan kebersihan, bahkan sektor non-olahraga seperti desain grafis, pemasaran digital, dan penyelenggara acara juga terlibat dalam aktivitas klub.
- Pengembangan Sosial dan SDM: Akademi sepak bola mencetak bakat lokal, mengurangi tingkat pengangguran pemuda dan membuka jalan karier profesional, kerja sama dengan sekolah dan komunitas menciptakan ekosistem pendidikan olahraga berbasis lokal.
- Klub profesional, jika dikelola secara sehat dan inklusif, bisa menjadi katalisator ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Klub Sepak Bola Profesional sebagai Pilar Pembinaan Karakter Pemuda dan Pengurangan Kenakalan Remaja:
Di tengah arus modernisasi dan tantangan sosial, pemuda menjadi kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh negatif. Pemerintah kabupaten/kota yang menyediakan dan mendukung klub sepak bola profesional tidak hanya berkontribusi pada sektor olahraga, tetapi juga membuka ruang strategis dalam pembangunan karakter generasi muda dan penanggulangan kenakalan remaja.
Pendidikan Karakter melalui Olahraga:
Sepak bola bukan sekadar kompetisi fisik, ia mengajarkan disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan semangat juang. Anak muda yang bergabung dalam akademi atau pelatihan klub profesional belajar tentang:
- Kedisiplinan waktu dan latihan
- Menghormati lawan dan pelatih
- Mengelola emosi saat menang atau kalah
- Mencapai tujuan dengan kerja keras
Nilai-nilai ini selaras dengan pendidikan karakter yang diharapkan oleh pemerintah daerah. Klub sepak bola menjadi ruang pembelajaran non-formal yang efektif dan menyenangkan.
Alternatif Positif terhadap Lingkungan Negatif:
Banyak remaja terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat karena kurangnya aktivitas positif. Keberadaan klub sepak bola profesional, khususnya yang membuka akademi usia dini, memberikan pilihan sehat bagi pemuda untuk menyalurkan energi dan waktu mereka. Alih-alih bersantai tanpa tujuan atau terlibat dalam perkelahian, mereka sibuk dengan jadwal latihan, pertandingan, dan kegiatan komunitas. Contoh nyata dapat dilihat dari klub Persikabo 1973 di Kabupaten Bogor, yang secara aktif menyelenggarakan program pembinaan usia muda dengan dukungan Pemkab.
Klub profesional sering bekerja sama dengan sekolah untuk menyelenggarakan seleksi bakat atau membuka program beasiswa olahraga. Ini mendorong semangat belajar dan menciptakan mimpi baru bagi anak-anak untuk berprestasi di lapangan hijau sambil tetap bersekolah.
Di Kota Malang, akademi sepak bola milik Arema FC menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan untuk membangun sinergi yang sangat baik dan berorientasi pada masa depan kedua belah pihak serta bersama-sama meningkatkan kualitas dan prestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola, mengintegrasikan pembinaan karakter dan akademik. Atlet yang mengikuti program ini menunjukkan peningkatan disiplin dan motivasi belajar serta berlatih.
Klub Persewar Waropen di Kabupaten Waropen, Papua, secara rutin menyelenggarakan kegiatan sosial, seperti turnamen antarkampung dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, menjaga keamanan dan kenyamanan bersama baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan, menjalin komunikasi dan persahabatan yang baik antarsesama penggiat sepak bola baik pemain maupun ofisial.
Kolaborasi Pemerintah dan Klub:
Kabupaten/kota pemerintah yang aktif bermitra dengan klub sepak bola profesional dapat:
- Menyediakan fasilitas olahraga yang layak
- Mendukung program pembinaan dengan dana hibah
- Membuat kegiatan klub sebagai bagian dari kurikulum ekstrakurikuler
- Melibatkan klub dalam program edukasi sosial dan anti narkoba
Dalam berbagai survei lokal, anak-anak yang bergabung dalam akademi sepak bola menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan rasa tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak mengikuti aktivitas serupa. Keluarga juga merasa lebih aman ketika anak mereka aktif dalam kegiatan klub yang terstruktur.
Pada akhirnya, ketika bola bergulir di lapangan kabupaten atau kota, kita sedang menyaksikan lebih dari sekadar pertandingan. Kita menyaksikan harapan yang dipimpin oleh anak-anak muda yang berlatih di bawah sinar matahari, jauh dari godaan kenakalan, dan mendekat ke mimpi yang mereka tanam di rumput hijau. Klub sepak bola profesional bukan lagi hanya urusan skor dan trofi, ia telah menjadi denyut nadi pembangunan lokal.
Dengan dukungan pemerintah daerah yang visioner, klub-klub ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan sektor UMKM, membuka pintu bagi bakat muda, dan menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan. Mereka adalah bukti nyata bahwa olahraga bisa menjadi strategi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sekarang saatnya para pengambil kebijakan menyadari bahwa stadion bukan hanya tempat hiburan, tetapi ruang pendidikan, ekonomi, dan karakter. Jika dikelola dengan sungguh-sungguh, klub sepak bola akan terus membawa harapan, serta mengusir jauh segala bentuk kenakalan dan stagnasi sosial. Di kaki-kaki muda yang berlari mengejar bola, masa depan daerah sedang dirancang dengan penuh semangat dan harapan.(Penulis: Dr. Rd. Herdi Hartadji, S.IP., S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya)***
Pernyataan Penyangkalan: Artikel ini merupakan opini dari penulis umum di luar Redaksi Kabar-Priangan.com/Surat Kabar Harian "Kabar Priangan" yang juga dimuat di Subrubrik "Guru Menulis" Surat Kabar Harian "Kabar Priangan". Isi materi merupakan hasil pemikiran dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis yang bersangkutan.
Redaksi
Tidak ada komentar