PIKIRAN RAKYAT –
HABEMUS PAPAM! Kardinal Robert Francis Prevost secara resmi dipilih sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma menyusul meninggalnya Paus Fransiskus. Dia memakai nama kepausan Leo XIV dan menjadi paus ke-267 dalam catatan sejarah Gereja Katolik, sementara itu juga menandai kali pertama ada seorang penerus Suci di kursi Santo Petrus asli dari Amerika Serikat.
Asap putih bermunculan dari cerobong Kapel Sistina pada jam 18:07 waktu lokal, mengindikasikan bahwa proses konklaf yang sudah berjalan selama dua hari akhirnya membuahkan hasil. Tidak butuh waktu lama, segera saja ribuan jemaah berkumpul di Lapangan Santo Petrus guna menantikan pengumuman resmi melalui balkon utama Basilika Santo Petrus.
Sekitar satu jam setelah melihat asap putih, Kardinal Protodiakon keluar di Balkon Sistina untuk mengucapkan pernyataan resmi, "Habemus Papam," yang artinya "Kami telah memilih seorang Paus." Kemudian beberapa detik berselang, Paus Leo XIV pun muncul sambil memberi salaman damai kepada para jemaahnya, "Dama tecumsitote."
Prevost, yang berumur 69 tahun, pernah menempati jabatan sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, sebuah posisi dengan pengaruh besar di Vatikan. Tahun 2023, ia ditunjuk menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus, lalu pada bulan Februari 2025 dia menerima gelar kardinal-uskub, yaitu derajat tertinggi dalam struktur keuskupan kardinal.
Sebagian besar karir Prevost telah dikhususkan untuk pekerjaan misi di Peru dan Amerika Serikat. Dia sempat menjadi Uskup dari Keuskupan Chiclayo, Peru, serta dikenali secara umum sebagai pemimpin yang moderat dengan sudut pandang progresif mengenai masalah-masalah sosial. Dia sering kali dipandang memiliki perspektif mirip dengan Visi Paus Fransiskus, khususnya soal penanganan perubahan iklim dan peduliannya kepada para pengungsi; walaupun demikian, dia cenderung lebih hati-hati saat merespon topik-topik berkaitan dengan komunitas LGBTQIA+.
Pada sambutan pertamanya, Paus Leo XIV merenungkan waktu layanan agama beliau bersama Ordo Augustinian dan menegaskan bahwa ia adalah "seorang Kristen terlebih dahulu." Dia pun berbagi sebahagian dari ucapannya dengan menggunakan bahasa Spanyol, memperingati lamanya kisah hidupnya di wilayah Amerika Latin.
Pemilihan Paus Leo XIV terjadi setelah empat ronde dalam konklav—satu ronde lebih awal dibandingkan dengan pemilihan Paus Fransiskus yang terjadi tahun 2013.
Paus Fransiskus meninggal dunia pada hari Senin saat Paskah kemarin di tempat tinggalnya yang terletak di Casa Santa Marta, Vatikan, ketika berumur 88 tahun. Kepindahan beliau ke alam akhir membawa beberapa tantangan signifikan untuk Gereja Katolik, salah satunya adalah apakah penggantinya akan meneruskan program perombakan yang sudah diluncurkannya atau justru memilih jalur alternatif.
Pada saat yang sama, Presiden AS, Donald Trump, mengucapkan selamat lewat akun media sosial miliknya.
"Selamat atas pemilihan Kardinal Robert Francis Prevost menjadi Paus. Ini merupakan suatu penghargaan besar mengingat beliau adalah Paus pertama dari Amerika Serikat. Acara ini membawa rasa gembira dan bangga bagi negeri kami. Saya berharap dapat bertemu dengan Paus Leo XIV," demikian tertulis dalam pernyataan Donald Trump.
Redaksi
Tidak ada komentar