Beranda
business
commerce
healthcare and medicine
investing business news
news media
Omzet Naik di Tengah Perang Dagang, OMED Kelola Peluang Ekspor ke AS
Redaksi
Mei 11, 2025

Omzet Naik di Tengah Perang Dagang, OMED Kelola Peluang Ekspor ke AS

NOIS.CO.ID -- , JAKARTA – Perusahaan farmasi dan peralatan medis PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) mengambil kesempatan untuk mengekspor jarum suntik ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025 dalam iklim yang berubah-ubah tersebut. perang dagang yang masih berlangsung.

Louis Hartanto, Kepala Departemen Penjualan dan Pemasaran OMED , mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini sedang memasuki tahap pertumbuhan internasional yang penuh harapan. Peningkatan tariff impor sebanyak 245% oleh Amerika Serikat untuk produk jarum suntik dari China telah membuka kesempatan penting bagi pembuat alat kesehatan di negara-negara lain, seperti Indonesia.

"Menanggapi perubahan pada jaringan suplai global tersebut, OMED mulai menarik banyak minat dari para pembeli potensial di Pasar AS terkait produk jarum suntik mereka," katanya dalam siaran pers, Kamis (8/5/2025).

Peluang ekspor ini mengukuhkan peran OMED sebagai pihak yang signifikan di dalam jaringan pasokan produk kesehatan dunia. Tambahan lagi, perusahaan berpotensi meningkatkan manfaat untuk para pemilik saham serta semua stakeholder terkait.

Di kuartal pertama tahun 2025, OMED mencatatkan pendapatan sebesar Rp436,3 miliar, naik 2,08% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. year on year YoY) sebesar Rp427,4 miliar di periode serupa tahun sebelumnya. Keuntungan bersih meningkat 15,7% hingga mencapai Rp73,1 miliar, dengan margin sebesar 16,8%.

Peningkatan performa finansial juga terlihat dari aspek operasi. Jumlah penjualan meningkat sebesar 4,21% secara tahunan (YoY) hingga mencapai 611,3 juta unit, didukung oleh segmen tersebut. biotech & lab ( naik 41,0%) dan wound care (naik 8,65%). Berdasarkan harga jual, OMED memperlihatkan kekuatan negosiasi dengan kenaikan average selling price pada segmen hospital furniture (naik 71,5%) dan walking aids & rehab (meningkat sebesar 6,11%), yang ikut memperkokoh keuntungan perusahaan.

Dari sisi neracanya, OMED melaporkan peningkatan aset menjadi Rp2,94 triliun di akhir Maret 2025, naik 3,9% bila dibandingkan dengan angka diakhir tahun 2024 yaitu sebesar Rp2,83 triliun. Sementara itu, liablitas perseroaan juga ikut bertambah hingga ke level Rp368 miliar, menunjukkan kenaikan 11,5% jika kita bandingkan dengan nilai diakhir 2024 yakni sekitar Rp330 miliar. Meskipun demikian, hal ini masih berada dalam jangkauan struktur modal yang dikelola secara hati-hati dan bijaksana.

"Rasio hutang terhadap ekuitas (DER) berada pada tingkat rendah yaitu 0,14 kali, menunjukkan profil risiko yang baik dan manajemen keuangan yang prudensial," tambah Louis.

Struktur kewajiban OMED mayoritas terdiri atas hutang perdagangan, menjadikan susunan pembiayaan masih efektif dan tak memberatkan aliran uang karena biaya bunga. Sebaliknya, ekuitas naik 2,8% menjadi Rp2,56 triliun dari Rp2,49 triliun diakhir tahun sebelumnya, menunjukkan penumpukan laba serta perbaikan posisi finansial yang kuat dan berkesinambungan.

Penulis blog

Tidak ada komentar