NOIS.CO.ID -- , Jakarta - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga pengurus Persatuan Bulu Tangkis Indonesia, Taufik Hidayat , mengatakan prestasi olahraga tak bisa diraih secara instan. Hal itu ia katakan menanggapi hasil tim bulu tangkis Indonesia dalam Piala Sudirman 2025 .
Pada turnamen ganda campuran tersebut, Indonesia berhenti di semi final. Taufik menyadari adanya tekanan besar dari masyarakat terhadap tim mereka. “Ini membutuhkan waktu dan proses. Kita perlu meningkatkan sinergi antara pengurus yang baru, para atlet, serta pelatih-pelatih baru ini. Ke depannya kita dapat melakukan hal-hal lebih baik lagi,” ungkap Taufik saat wawancara dengan Antara di Tangerang pada hari Senin semalam dalam waktu Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).
Taufik memberikan apresiasinya atas usaha keras Jonatan Christie dan teman-temannya yang berhasil mendapatkan medali perak pada ajang Piala Sudirman. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik menyampaikan pandangannya bahwa saat ini semua pihak harus bersikap realistis tentang kondisi tim nasional bulutangkis Indonesia, terutama karena adanya kelemahan tertentu. “Ya, jika ditanyakan soal target tentunya setiap orang berharap untuk menjadi juara. Namun, dalam dunia olahraga kita harus tetap realistis dengan fakta bahwa di kelima sektor tersebut memang masih ada kekurangan serta beberapa hal positif,” jelasnya.
Setelah menyertai Sidang Kabinet Paripurna tentang evaluasi setengah tahun kerja di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Senin, Taufik menegaskan bahwa Indonesia masih belum mampu melebihi Cina di seluruh bidang. "Namun, dari sisi waktu mendatang, khususnya menjelang Olimpiade, kami memiliki ekspektasi yang cukup tinggi," ungkap Taufik.
PBSI Lakukan Evaluasi
Taufik Hidayat mengatakan PBSI akan melakukan evaluasi setelah tim bulu tangkis Indonesia mendapatkan medali perunggu dari Piala Sudirman 2025. "Nanti kami evaluasi terkait dengan kekalahannya. Kenapa dari lima sektor ini...karena kita enggak ada salahnya untuk belajar, belajar terus dari kesalahan," kata dia.
Wakil Ketua Umum PBSI tersebut menggarisbawahi bahwa diperlukan proses waktu lama agar bisa mencapai prestasi. Saat ini, Indonesia mempunyai tantangan serta keunggulan masing-masing. Namun bila disandingkan dengan China, posisi kita belum setara karena daya saing di kelima bidang bulutangkisan milik Indonesia kurang merata.
Tentu saja dalam lima kategori terdapat kelemahan dan juga kekuatan," ujar Taufik. "Lihat saja di sektor tunggal putri, di Korea Selatan baru-baru ini kita melihat adanya An Se-young... Belum lagi jika bertemu dengan tim China (pada babak final). Tim China yang memiliki kelengkapan pada lima bidang tersebut tentunya menjadi tantangan besar pula.
Indonesia sekali lagi berpuasa untuk merebut gelar Piala Sudirman sejak terakhir kali menang di tahun 1989, kemudian mereka masuk ke babak final enam kali yakni pada tahun 1991, 1993, 1995, 2001, 2005, dan 2007.
Redaksi
Tidak ada komentar