
NOIS.CO.ID- Persipura Jayapura semakin serius memandang Championship 2025/2026. Setelah menghadirkan banyak pemain baru dengan kualitas yang menarik, Mutiara Hitam kali ini meluncurkan jersey baru sebagai bagian dari tekad untuk bangkit dan promosi ke kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.
Persipura yang telah terpuruk di kasta kedua sejak 2022/2023, terus mempersiapkan diri untuk promosi. Terbaru, Mutiara Hitam menggelar acara perkenalan dan peluncuran jersey di tengah pemusatan latihan tim yang diadakan di Hotel UNY, Wates, Yogyakarta, Jumat (1/8).
Ada empat jersey yang diperkenalkan Persipura Jayapura, terdiri dari jersey kandang dan tandang untuk masing-masing pemain luar lapangan dan kiper. Warna merah-hitam tetap menjadi identitas Mutiara Hitam untuk jersey kandang.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, menjelaskan ada filosofi mendalam di balik desain jersey. Ia menyebut kostum musim baru bukan sekadar warna atau pola biasa, melainkan perpaduan unsur seni dan budaya yang mencerminkan karakter kuat para pemain Papua.
Meskipun menggunakan template dan ciri khas yang sama, ada satu perbedaan dari jersey Persipura yang baru. Yaitu garis yang memisahkan warna hitam dan merah untuk kostum kandang kini tidak lagi terlihat kaku.
Owen Rahadiyan mengatakan, jersey yang baru menampilkan goresan kuas yang lebih dinamis dan penuh karakter. Ia menyebut hal itu sebagai DNA pemain Persipura yang mempunyai bakat alami dan penuh potensi luar biasa. Setiap goresan di jersey Persipura, melambangkan pemain yang datang dari Tanah Papua dengan mempunyai talenta, semangat, dan rasa bangga.
Sementara untuk jersey tamu, Persipura Jayapura yang bekerja sama dengan Cenderawasih Karsa, memilih warna putih hitam. Sedangkan jersey kiper berwarna pink dan hijau.
"Kaos ini adalah pernyataan bahwa kami mungkin tampil berbeda, tapi itulah keindahannya. Kami tidak hanya berjuang kembali ke Liga 1. Kami sedang membuktikan bahwa kami bisa bermain dengan jati diri, dan meninggikan nama Papua," kata Owen Rahadiyan.
Tidak kalah menyentuh, Owen Rahadiyan juga melambangkan Persipura seperti ikan terbang, makhluk yang lahir di air, namun tidak takut menembus batas dan terbang di udara. Makna motif ikan terbang itu lahir dari salah satu desainer Papua, Jimmy Afar.
Selain itu, semua jersey Persipura juga lahir dari perpaduan antara ikan, burung camar, kapak batu, dan manik-manik yang melambangkan sebuah doa restu dari leluhur yang disampaikan melalui adat.
"Tempat alaminya adalah laut seperti Persipura yang terbentuk dan tumbuh besar di kancah sepak bola nasional, dikenal dan dihormati di Liga 1. Tapi hari ini, kami sedang berenang di air yang lebih tenang, di Liga 2," jelas dia.
"Namun seperti ikan terbang, kami tidak akan diam. Ikan itu menembus permukaan, melompat ke udara, masuk ke elemen yang asing, bukan karena ingin lari, tetapi karena ia berani berubah, berani bermimpi, dan berani terbang," tambahnya.
Persipura disebut Owen persis seperti itu. Saat ini, Mutiara Hitam memang sedang berada di bawah dalam divisi kedua, tapi bukan berarti mereka menyerah begitu saja. Ada tekad besar yang dipendam seluruh elemen Persipura untuk bangkit.
"Persipura juga seperti itu. Kami sedang berada di bawah, tapi bukan berarti kami kalah. Kami sedang menyiapkan sayap, menunggu waktu yang tepat untuk melompat dan terbang lebih tinggi dari sebelumnya," katanya.
"Perjalanan ini bukan hanya tentang kembali ke Liga 1, tetapi tentang menemukan kembali siapa kita sebenarnya sebagai sebuah klub dengan sejarah, semangat juang, dan hati yang besar," tambah Owen Rahadiyan.
Sementara itu, Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, menjelaskan bahwa jersey terbaru Mutiara Hitam ini adalah pernyataan jati diri, kebangkitan, dan doa dari Tanah Papua. Ia menaruh harapan besar terhadap era baru Persipura yang bertekad bangkit.
"Kaos ini bukan hanya pakaian, tetapi simbol tatanan budaya Papua. Saya berharap ini menjadi warna baru yang membawa Persipura ke tempat yang seharusnya," kata Benhur Tomi Mano dalam keterangannya.
Benhur juga berharap kostum perang baru ini dapat memberikan kekuatan kepada para pemain Persipura dalam menghadapi ketatnya kompetisi Championship 2025/2026 musim depan.
"Kaos ini akan menambah kekuatan dalam setiap pertandingan kandang dan tandang. Kami berharap, dengan hati dan pikiran, tenaga, serta usaha, kepada anak-anak Papua yang berjuang untuk menjaga kehormatan tanah Papua," tegas Benhur.
Redaksi
Tidak ada komentar