Beranda
culture
lifestyle
NEWS
popular culture
social media
7 Praktik Boomers di Facebook yang Mungkin Dianggap Ketinggalan Zaman oleh Generasi Muda
Redaksi
Mei 04, 2025

7 Praktik Boomers di Facebook yang Mungkin Dianggap Ketinggalan Zaman oleh Generasi Muda

nois.co.id -- - Dunia media sosial, khususnya Facebook, menjadi ruang interaksi yang luas bagi berbagai kalangan usia dengan gaya masing-masing. Terkadang, ada perbedaan mencolok antara cara berinteraksi generasi muda dan generasi yang lebih tua di platform ini.

Untuk pemuda, sejumlah kebiasaan menggunakan Facebook oleh generasi baby boomer kerap kali dirasakan sebagai sesuatu yang agak usang atau kurang relevan. Tindakan-tindakan tersebut mungkin tidak disadarinya tetapi sangat mencolok bagi kalangan digital native.

Menurut laporan dari Geediting.com pada hari Sabtu (03/05), berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang sering dilakukan oleh generasi baby boomer di platform Facebook.

1. Terlalu Sering Menyebarkan Rantai Pesan atau Informasi Salah

Salah satu tindakan umum yang ditemui ialah orang-orang membagikan secara terus-menerus pesan atau unggahan berantai dengan status kebenaran yang masih diragukan. Sering kali, data yang nantinya diketahui sebagai hoaks atau informasi palsu tersebar kembali tanpa adanya pemeriksaan fakta sebelumnya.

2. Membagikan Informasi Pribadi yang Terlampau Rinci

Terkadang mereka mengunggah detail hidup pribadi dengan sangat rinci, termasuk hal-hal yang sepele. Semua urutan aktivitas harian hingga persoalan pribadi dapat dibagikan secara terbuka melalui timeline Facebook.

3. Memakai Teks Internet Yang Sudah Ketinggalan zaman

Gaya menulis atau menggunakan emoji yang sudah jarang digunakan generasi muda kerap kali keluar dalam unggahan mereka. Penggunaan tanda baca secara berlebihan atau kata pendek yang telah usang menyebabkan pesan mereka menjadi kurang sinkron dengan tren saat ini.

4. Mengirim Ulasan pada Gambar Lawas

Terkadang mereka mencari kembali foto-foto yang sudah diunggah berpuluh tahun silam dan meninggalkan komentar seakan-akan itu adalah unggahan paling baru. Tingkah seperti ini dapat dirasakan sebagai hal yang ganjil atau bahkan memusingkan oleh sang pemilik akun maupun teman-temannya.

5. Menandai Foto Orang secara Tidak Tepat

Kebiasaan melakukan tagging pada foto-foto yang sebenarnya tidak menampilkan orang tersebut juga cukup umum terjadi. Ini bisa berupa foto pemandangan, kutipan motivasi, atau bahkan gambar produk yang dihubungkan ke profil teman.

6. Ketidakpahaman tentang Setelan Kebijakan Pribadi

Keterbatasan dalam memahami fungsi pengaturan privasi sering kali menyebabkan unggahan mereka dapat dilihat oleh semua orang di dunia maya. Data pribadi yang semestinya hanya diketahui oleh sahabat karib justru tak sengaja disebarluaskan kepada khalayak ramai melalui platform tersebut.

7. Mengunggah Isi yang Terlalu BerpihakPolitikally

Linimasa mereka bisa dipenuhi dengan unggahan yang sangat kental nuansa politis, kadang dengan narasi yang provokatif atau berapi-api. Hal ini bisa menciptakan atmosfer kurang nyaman atau memicu perdebatan panas antar teman di media sosial.

Memahami perbedaan gaya berinteraksi di media sosial ini bisa membantu menjembatani kesenjangan antar generasi di dunia maya. Apa yang terasa normal bagi satu generasi mungkin terlihat membingungkan atau ketinggalan zaman bagi generasi lainnya yang lebih dulu akrab dengan perubahan teknologi digital.

Penulis blog

Tidak ada komentar