Beranda
business
health & fitness
health and exercise
lifestyle
productivity
8 Kesalahan Umum yang Menyebabkan Kita Merasa "Sibuk" dan Menghambat Produktivitas
Redaksi
Mei 10, 2025

8 Kesalahan Umum yang Menyebabkan Kita Merasa "Sibuk" dan Menghambat Produktivitas

NOIS.CO.ID -- - Dalam kehidupan modern yang begitu dinamis ini, kadang-kadang memberikan tekanan kepada kita agar senantiasa aktif, sehingga menjadi sulit untuk mengenali perbedaan antara kesibukan dan efisiensi.

Seperti dilansir dari situs Great Day HR pada 7 Mei (Rabu), bedanya antara sibuk dengan produktivitas dapat diamati melalui tingkat keterlibatan waktu, fokus, serta hasil akhirnya.

Sama seperti orang yang sibuk terseret ke dalam beragam kegiatan namun kurang konsentrasi, sedangkan individu yang produktif dapat mengkhususkan perhatiannya pada satu pekerjaan hingga mencapai hasil yang lebih baik.

Menurut artikel di Small Biz Technology pada hari Rabu (07/05), terdapat 8 kebiasaan yang umumnya diklaim sebagai tanda kesibukan namun justru menghambat produktivitas orang tersebut.

1. Mengubah Tugas yang Mudah Menjadi Kompleks

Kesibukan berpotensi merubah gundukan tanah menjadi sebuah bukit, pekerjaan sederhana yang semestinya hanya membutuhkan satu jam ternyata menelan seluruh hari.

Bukan disebabkan oleh kompleksitas pekerjaannya, melainkan karena kami menyulitkannya sendiri. Otak kita, dipenuhi dengan seribu pemikiran yang beragam, sepertinya lebih suka menghadapi tantangan yang rumit.

Kami merasa bahwa hal tersebut cermat, namun sebenarnya hanya menghabiskan tenaga dan waktu secara sia-sia.

2. Keterlambatan yang Dimaskudkan Sebagai Persiapan

Serangan kita terhadap keterlambatan kerapkali dibenarkan sebagai bagian dari proses perencanaan selama beberapa minggu atau bulan, meskipun akhirnya ternyata tak sesuai harapan.

Namun saat hari peluncaran tiba, kami sadar sudah menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk perencanaan dan ternyata saya belum sempat melakukan hal-hal nyata untuk menyiapkan launching tersebut.

Sangatlah sederhana untuk mengelabikan diri sendiri dan merasa telah produktif padahal kita cuma memperpanjang waktu tanpa mengerjakan tugas yang harusnya diselesaikan.

3. Multitasking Mania

Dalam kehidupan modern yang selalu bergerak dengan cepat, kemampuan melakukan multitasking terkadang kelihatan sebagai satu-satunya cara agar bisa bertahan. Melakukan beberapa pekerjaan secara bersamaan ini kadang-kadang memberi kesan bahwa kita menjadi lebih efisien dan mengerjakan segalanya dengan lebih baik.

Akan tetapi, multitasking justru menurunkan produktivitas dan bisa merusak otak. Saat memecah fokus di antara berbagai tugas, kita tidak total dalam melakukan masing-masing tugas tersebut, sehingga menciptakan lebih banyak kekeliruan dan hasil kerja yang kurang optimal.

4. Mengabaikan Perawatan Diri

Saat batas waktu makin mendekati dan daftar pekerjaan bertambah panjang, sering kali menjadi sangat mudah untuk menjadikan perawatan diri sebagai prioritas yang dikesampingkan. Saat kita mulai melupakan waktu makan, kurangi jam tidur, serta mengabaikan olahraga, pikiran kita cenderung membenarkan tindakan tersebut dengan alasan ingin menyimpan waktu dan mencapai lebih banyak tujuan.

Namun, ini adalah poinnya: menyepelekan kesehatan fisik dan mental tak akan menjadikan kita lebih produktif. Asupan gizi yang jelek, kekurangan istirahat, serta minimnya olahraga bisa berakibat pada peningkatan rasa lelah, hambatan dalam pemrosesan informasi dan fokus pikiran, sehingga meredam efisiensi kerja secara umum.

5. Terus-menerus Memeriksa Email

Pada zaman serba digital saat ini, kita merasa perlu untuk tetap terhubung dan siap sedia. Kotak masuk pesan selalu aktif, dengan email baru yang berdatangan sepanjang hari.

Secara berkelanjutan mengawasi dan merespons surel bisa jadi merupakan pemborosan waktu yang amat signifikan serta tak terbatas, sehingga diperlukan konsentrasi ekstra agar bisa kembali ke tugas utama Anda.

6. Melebihi Daftar Tugas

Seringkali, kita menganggap memiliki daftar tugas yang panjang sebagai bukti dari keberhasilan dalam bekerja. Dengan begitu banyak hal yang perlu diselesaikan, terlihatnya kesibukan pun bertambah. Namun sebenarnya, memiliki daftar tugas yang tak terbatas bisa jadi malah membawa risiko.

Saat menghadapi sebuah daftar tugas yang sangat panjang, hal tersebut cenderung menimbulkan perasaan terbebani daripada memberikan motivasi; ini bisa meningkatkan tingkat stres hingga mencapai kebuntuan mental di mana seseorang bingung untuk memulai pekerjaannya dan pada akhirnya tak melakukan apapun.

Dengan mencampurkan semua hal ke dalam sebuah daftar, ada risiko bahwa kita akan kesulitan mengidentifikasi apa sebenarnya prioritas utama. Alih-alih melakukan itu, coba pecahkan tugas tersebut menjadi beberapa komponen yang lebih mudah diatur dan kemudian tentukan tingkat urgensinya serta relevansinya.

7. Mengabaikan Kekuatan Delegasi

Banyak di antara kita terjebak dalam pemikiran yang merasa mampu menyelesaikan semua tugas sendiri, namun kendalanya adalah bila kita coba mengurus segala sesuatunya secara pribadi maka bukannya membuat lebih baik, hal tersebut malah bisa menjadi sangat lelah dan kurang efektif.

Delegasi merupakan ketrampilan vital bagi efisiensi kerja. Hal ini membolehkan Anda mengutamakan pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu sekaligus melanjutkan tugas-tugas lainnya yang bisa dikelola oleh pihak lain dengan tepat.

8. Mengabaikan Pentingnya Durasi Berhenti

Pada usaha kami agar selalu aktif dan efisien, kita kerapkali melupakan betapa vitalnya waktu relaksasi. Namun demikian, periode beristirahat bukannya sesuatu yang mewah; sebalinya itu merupakan hal wajib.

Istirahat membolehkan otak kita agar dapat istirahat sebentar dan menyegarkan diri, sambil meningkatkan tingkat konsentrasi dan kecerdasan kreatif saat melanjutkan pekerjaan. Selain itu, waktu istirahat pun membuka peluang bagi kita untuk merenungi hal-hal secara lebih dalam dan mendapat pandangan yang segar.

Apakah itu jeda singkat selama lima menit untuk bergerak dan meregangkan tubuh, istirahat makan siang di luar ruangan agar terlepas dari meja kerja, atau memiliki satu hari libur untuk mengistirajahkan pikiran dan badan, tetap ingat bahwa meluangkan waktu untuk berehat sangatlah krusial setara dengan bekerja keras Anda tersebut.

Penulis blog

Tidak ada komentar