Beranda
agriculture
business
economics
growth
NEWS
Ekonomi Sulawesi Selatan Dorong Pertumbuhan Nasional Berkat Produksi Pertanian yang Memukau
Redaksi
Mei 08, 2025

Ekonomi Sulawesi Selatan Dorong Pertumbuhan Nasional Berkat Produksi Pertanian yang Memukau

NOIS.CO.ID --, MAKASSAR - Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk kuartal I tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,78%. year on year (yoy), Prestasi ini menjadikan Sulsel sebagai salah satu wilayah yang memikul perekonomian nasional lantaran pertumbuhan ekonominya signifikan melebihi rata-rata Indonesia sebesar 4,87%.

Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Sulawesi Selatan menurut harga yang berlaku sebesar Rp173,51 triliun dan sesuai dengan harga konstan senilai Rp97,36 triliun.

Kepala BPS Sulsel Aryanto menyebut bahwa pertumbuhan ini diperkuat oleh bidang usaha pertanian, kehutanandan perikanan yang menunjukkan peningkatan terbesar hingga 16,56 persen. Sektor pertanian telah mencatat pertumbuhan positif sejak kuartal kedua tahun 2024, berkat pemulihan dalam produksi hasil bumi.

"Di kuartal I/2025, produksi beras meningkat secara signifikan mencapai 139% jika dibandingkan dengan periode setara pada tahun sebelumnya, ketika sektor pertanian di Sulawesi Selatan terpengaruh oleh kondisi kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino," jelas Aryanto saat memberikan keterangan pers, Senin (5/5/2025).

Di samping padi, sejumlah hasil tanaman lainnya turut menunjukkan kenaikan dalam hal produksinya, diantaranya adalah kelapa, cokelat, dan bawang merah. Sama halnya dengan bidang perikanan seperti ikan tangkap, serta industri peternakan seperti ayam dan telur yang semakin berkembang pesat.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan meningkat di nyaris semua sektor usaha, dengan pengecualian untuk sektor pertambangan dan penggalian serta konstruksi yang mengalami penyusutan yaitu 3,94% dan 3,11%, secara berurutan.

Produduksi nikel sebenarnya telah menyusut dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekspor besi serta baja juga menurun sebesar 23%. Selain itu, produk industri bahan tambangan non-logam pula tercatat mengalami perlambatan dalam hal produksinya," jelas Aryanto.

Menurutnya lagi, susunan PDRB Sulawesi Selatan berdasarkan bidang usaha tetap stabil. Sektor pertanian, hutan, serta perikanan masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 24,20%.

Dikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 14,15%; industri pengolahan 13,18%; konstruksi 11,56%; dan informasi dan komunikasi 5,54%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Sulsel mencapai 68,63%.

Sementara itu, dari segi pengeluaran, ekspor dan konsumsi rumah tangga menunjukkan peningkatan sebesar 16,61% dan 4,71%, secara berturut-turut. Demikian juga,

Konsumsi Lembaga Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) kontraksi 11,65%; konsumsi pemerintah kontraksi 1,97%; Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) kontraksi 0,63%; dan impor barang dan jasa kontraksi 12,16%.

Penulis blog

Tidak ada komentar