NOIS.CO.ID --.CO.ID - JAKARTA. PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bersumpah untuk membangun tenaga kerja yang berkualitas dengan tujuan menopang perkembangan perekonomian baik di tingkat nasional maupun lokal. Selain peduli terhadap stafnya sendiri, perusahaan ini juga berdedikasi dalam meningkatkan kapabilitas tenaga kerja handal bagi publik secara umum, seperti para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sehingga dapat membentuk ketahanan ekonominya.
Komitmennya sesuai dengan pedoman perusahaan berupa "Filsafat Tiga Tangan", yang memfokuskan pada peningkatan nilai untuk para pelanggan dewasa, pegawai, partner bisnis, pemilik saham, serta seluruh masyarakat. Bukti konkret atas dedikasi Sampoerna dalam meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dapat dilihat melalui penganugerahan “Puspa Adi Daya” kepada Direksi Sampoerna, Elvira Lianita, oleh Anugerah Puspa Bangsa dari KompasTV. Gelar tersebut diserahkan kepada wanita pemimpin inspiratif yang telah memberikan sumbangsih positif bagi lingkungan sekitarnya.
Elvira mengungkapkan bahwa penghargaan itu merupakan cerminan dari dedikasi Sampoerna dalam meraih nilai serta membangun dampak baik pada masyarakat. “Saya sangat senang bisa jadi bagian dari perusahaan yang mendukung sistem kerja berdasarkan kemampuan dan memberi kesempatan setara kepada semua pegawai sebagai seorang pemimpin wanita di Sampoerna,” ungkap Elvira melalui pernyataan tertulis, Kamis (8/5).
Berikut adalah rinciannya: Elvira menjadi bagian dari tim Sampoerna sejak tahun 2001 dan sudah memegang beberapa posisi dalam area seperti pengaturan aturan, keuangan, komunikasi korporat, perdagangan global, serta hubungan luar negeri. Mulai tahun 2018, dia menduduki jabatan sebagai Direktur yang memiliki tanggung jawab utama terkait aspek-aspek luar organisasi Sampoerna.
Elvira juga diandalkan sebagai Ketua Komite Keberlanjutan Sampoerna dengan tugas utama menjamin bahwa perusahaan mengelola usahanya secara sustainably dan bertanggung jawab, sekaligus mendatangkan manfaat positif bagi masyarakat.
Saat mengelola perusahaannya, Sampoerna terus menerapkan pembaruan agar tetap bertahan dan kompetitif di pasaran. Sejalan dengan perusahaan utamanya, Philip Morris International (PMI), Sampoerna juga giat dalam menciptakan barang-barang baru demi memuaskan pelanggan dewasa mereka.
Sejak tahun 2008, PMI sudah menggelontorkan dana lebih dari US$ 14 miliar untuk penelitian dan pengembangan, produksi, serta pemasaran produk tembakau alternatif tanpa uap. Usaha ini dijalankan bersama dengan dukungan sekitar 1.500 ahli, insinyur, dan tenaga pendukung profesional, yang meliputi talenta dari Indonesia.
Satu di antara inovasinya adalah produk tembakau yang diberi panas oleh alat bernama IQOS. Barang ini memakai dedaunan tembakau murni tanpa melewati tahapan pembakaran sama sekali. Sebab tak terbakar, maka IQOS dapat menekan eksposur pada bahan kimia yang membahayakan ataupun potensial berbahaya sampai kira-kira 90%-95% lebih sedikit jika dibandingkan dengan asap dari sigaret biasa.
"Dari tahun 2025 setelah akuisisi oleh PMI, jumlah investasi yang masuk ke Indonesia sudah mencapai US$ 6,4 miliar. Salah satu proyek terbarunya adalah penanaman modal senilai US$ 330 juta guna mendirikan pabrik produk tembakau tanpa asap di Karawang, Jawa Barat, yang mulai berproduksi sejak 2023. Pabrik produksi tersebut kini menyuplai pasaran dalam negeri serta melakukan eksportasi ke daerah-daerah di Kawasan Asia-Pasifik," ungkapnya.
Dalam aspek pengembangan tenaga kerja, kata dia, kesetiaan Sampoerna terlihat melalui dua dimensi yaitu internal dan eksternal atau untuk para mitra bisnis serta masyarakat umum. Perusahaan ini menyerap sebanyak lebih dari 90.000 pekerja, termasuk langsung dan tak langsung, dengan kebanyakan merupakan wanita, dan banyak di antaranya menjadi pemimpin dalam keluarganya.
Sampoerna turut mendukung pekerja dalam mengoptimalkan perkembangan karir mereka dengan menawarkan serangkaian program pembinaan kapabilitas serta keahlian. Misalnya saja cerita Bapak Jarmi yang berasal dari latar belakang pendidikan dasar tetapi mula-mula hanya bekerja sebagai peracik rokok manual (SKT). Dengan memanfaatkan program-program tersebut, dia sukses meraih kemajuan hingga naik pangkat. supervisor .
Bagi karyawan yang akan mengakhiri karier di perusahaan, Sampoerna menyediakan program bernama Holistic Employment for Employability (HOPE). Program ini memberikan kursus tentang wirausaha dan pemahaman finansial, serta sudah membimbing lebih dari 7.000 pegawai. Lewat HOPE, karyawan-karyawan Sampoerna bisa memasuki tahap pensiun dengan rasa percaya diri dan ketangguhan yang meningkat.
Menurut Elvira, kami yakin bahwa mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan suatu bentuk investasi jangka panjang yang tak sekadar menambah kesejahteraan pribadi, melainkan juga memperkokoh pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional. Dengan pengembangan SDM secara terus-menerus ini, kami dapat memberikan dampak baik yang signifikan pada lingkungan sekitar.
Secara eksternal, selanjutnya, Sampoerna dengan Payung Program Keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia" (SUI) mengusulkan dua program utama pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berpotensi memberikan manfaat signifikan kepada masyarakat secara umum.
Pertama, Sampoerna Retail Community (SRC), yang sudah mengembangkan lebih dari 250.000 anggota di seluruh Indonesia. Sebagian besar anggota SRC terdiri atas wanita yang mampu menaikkan pendapatan warung mereka serta memberikan kesempatan kerja kepada komunitas setempat.
Sejak berdiri pada tahun 2008, SRC bukan saja menyediakan pendidikan tentang pengelolaan warung dengan efektif, namun juga mendukung partisipasi finansial dan transformasi digital lewat ekosistem digital bernama AYO by SRC. Ini semua bertujuan untuk memperkuat posisi persaingan warung-warung tersebut di pasaran.
Menurut penelitian pada tahun 2023, pengaruh ekonomi yang ditimbulkan oleh SRC amat besar. Total pendapatan toko-toko SRC selama satu tahun tercatat senilai Rp236 triliun dan ini setara dengan 11,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Perdagangan Besar Nasional di tahun 2022. Selain itu, separuh jumlah toko SRC telah berkontribusi dalam pembuatan lapangan pekerjaan baru, sehingga memiliki efek positif langsung kepada komunitas lokal," ungkapnya.
Kedua, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), yang berfokus pada pembangunan dan peningkatan kemampuan entrepreneur. Sudah lebih dari 17 tahun lamanya, SETC ini sudah mengadakan pelatihan bagi sebanyak lebih dari 97.000 orang di hampir semua wilayah Indonesia.
Dengan menggunakan SETC, Sampoerna menyelenggarakan program pelatihan hard skill dan soft skill Di beragam sektor seperti perkebunan, peternakan, masak dan kemahiran tambahan. Di samping itu, lewat program penjodohan bisnis bersama beberapa partner, tidak sedikit wirausahawan UMKM sukses mengekspor produk mereka ke luar negeri.
"Dampak berantai dari penguatan sumber daya manusia yang berkualitas sangat besar. Sampoerna yakin bahwa perusahaan harus memberikan kontribusi positif kepada para pekerjanya, rekan bisnis, serta seluruh komunitas," tambahnya.
Redaksi
Tidak ada komentar