Beranda
european football
football clubs
soccer
sports
tournaments
Gol Kilat, Gol yang Hilang, dan Sang Wasit: Tiga Kekocakan di Leg Pertama Semifinal Liga Champions
Redaksi
Mei 02, 2025

Gol Kilat, Gol yang Hilang, dan Sang Wasit: Tiga Kekocakan di Leg Pertama Semifinal Liga Champions

Daniel Sianturi, Pakar Olahraga Bola Kaki

NOIS.CO.ID --Pertandingan Liga Champions untuk musim 2024-2025 telah memulai dua laga di fase semifinal leg pertama.

Suatu kesempatan di mana setiap pertandingan leg pertama dilangsungkan di kedua negara yang menjadi finalis dalam ajang Piala Eropa versi sebelumnya.

Di stadion Emirates yang terletak di Kota London, tanah air Inggris, Arsenal bertanding melawan Paris Saint-Germain pada Rabu (30/4/2025) pagi Waktu Indonésia Barat.

Pada saat yang sama, tim Nasional Spanyol menghadapi pertandingan antara Barcelona dan Inter Milan di Stadion Olimpiade Lluis Companys satu hari berbeda.

Walaupun ada jarak, ternyata kedua pertandingan di leg pertama babak semifinal menampilkan situasi yang cukup serupa.

Kesamaan pertama kali muncul dalam bentuk gol awal yang dicetak pada kedua laga yang berlangsung di hari yang sama, dan kedua-duanya dicetak oleh pemain tim tamu.

Ousmane Dembele berhasil membawa unggul untuk Paris Saint-Germain ketika pertandingan tinggal menyisakan 4 menit.

Gol itu ternyata menjadi pembeda yang menentukan kemenangan untuk tim tamu melawan sang tuan rumah Arsenal.

Di sisi lain, di wilayah Spanyol, laga baru saja memasuki detik keempat belas ketika tendangan akrobatik Marcus Thuram berhasil menerobos gawang Barcelona.

Menggembirakan, baik Ousmane Dembele maupun Marcus Thuram adalah pemain sepak bola asli dari Negara Prancis.

Poin serupa lainnya terjadi di mana hakim lapangan mencabut status gol pada kedua pertandingan yang berlokasi di tempat yang berbeda itu.

Pendukung Arsenal pun sempat berteriak senang ketika di awal babak kedua, Mikel Merino sukses mencetak gol ke gawang Paris Saint-Germain yang dikawal kiper asal Italia, Gianluigi Donnarumma.

Akan tetapi, tendangan itu pada akhirnya tak dipertahankan sebagai gol oleh sang wasit berkebangsaan Slovenia, Slavko Vincic, yang mengarahkan pertandingan antara Arsenal melawan Paris Saint-Germain di stadion Emirates.

Di Stadion Olimpic Lluis Companys, Inter Milan nyaris pulang sebagai pemenang melawan Barcelona bila gol Henrikh Mkhitaryan tak dibatalken wasit Clement Turpin setelah VAR menentukan bahwa pemain tersebut dalam posisi offside.

Kemiripan terakhir berasal dari kedua wasit yang mengarahkan dua laga leg pertama babak semifinal.

Slavko Vincic dari Slovenia bertindak sebagai wasit dalam pertandingan final Liga Champions musim lalu.

Berbeda tidak dengan kolekanya, Clement Turpin yang berasal dari Prancis pun pernah diandalkan untuk mengawasi pertandingan final Liga Champions musim 2021-2022.

Mengherankannya, kedua partai final pada tahun dan lokasi yang berbeda itu menunjukkan hasil pemenang yang sama.

Sama seperti final tahun 2022 di Stade de France, Saint Denis, yang dikendalikan oleh wasit Clement Turpin dan juga final sebelumnya di Wembley Stadium yang ditangani oleh Slavko Vincic, keduanya memperkuat posisi Real Madrid sebagai Raja Eropa.

Penulis blog

Tidak ada komentar