Beranda
NEWS
Asa Terangi Kampung Sayur: Teriakan Warga Manggarai Timur untuk Presiden Prabowo
Redaksi
Agustus 02, 2025

Asa Terangi Kampung Sayur: Teriakan Warga Manggarai Timur untuk Presiden Prabowo

Asa Terangi Kampung Sayur: Teriakan Warga Manggarai Timur untuk Presiden Prabowo

Derana NTT - Golo Meni, Manggarai Timur - Di balik bukit-bukit hijau dan tanah yang subur di ujung timur Flores, terdapat sebuah ironi yang menyedihkan. Desa Lebo, sebuah dusun kecil di Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikenal sebagai salah satu lumbung sayuran terbesar.

Namun, di tengah gemerlap hasil panen yang menghidupi sebagian besar penduduk, ada satu hal mendasar yang tidak pernah mereka rasakan: cahaya listrik PLN.

Bertahun-tahun, kegelapan menjadi pemandangan yang akrab setiap malam.

Harapan akan listrik seolah menjadi mimpi yang terus tertunda, mimpi yang tak kunjung menjadi kenyataan.

Di Balik Kesuburan, Ada Harapan yang Padam

Kampung Lebo adalah gambaran sempurna keindahan alam NTT. Tanah vulkaniknya sangat subur. Di sini, berbagai jenis sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, kol, dan tomat tumbuh subur.

Hasil panen mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dikirim ke pasar-pasar di kabupaten tetangga, menjadi sumber penghidupan utama bagi ratusan kepala keluarga. Namun, semua aktivitas itu terhenti begitu matahari terbenam.

"Kami ini kampung sayur, Pak," kata Donsi, salah satu petani muda di sana, Sabtu (2/8).

Tanah kami sangat subur, tapi setiap malam kami gelap. Tidak bisa mengeringkan hasil panen di malam hari, anak-anak juga kesulitan belajar.

Selama ini, warga hanya mengandalkan lampu minyak tanah untuk penerangan. Sesekali, beberapa keluarga yang mampu membeli generator set (genset) kecil, tapi biayanya sangat mahal.

"Harga bensin saja sudah berapa, Pak. Kami petani kecil, tidak setiap hari bisa membeli bensin untuk mesin genset," keluh Domi, warga lainnya.

Surat Cinta untuk Presiden Prabowo

Kini, dengan terpilihnya Presiden Prabowo Subianto, warga Golo Meni menaruh harapan besar. Mereka percaya, di bawah kepemimpinan baru, suara mereka akan didengar. Ini bukan sekadar permintaan, melainkan sebuah jeritan dari hati yang paling dalam.

"Kami dengar Pak Prabowo sangat peduli dengan rakyat kecil. Kami berharap Pak Prabowo bisa melihat kami di sini, di pelosok Manggarai Timur ini," kata Donsi, Domi.

Kami tidak meminta yang mahal-mahal, Pak. Kami hanya ingin listrik. Agar anak-anak kami bisa belajar dengan baik, agar kami bisa beraktivitas seperti di tempat lain.

Harapan mereka sederhana: adanya jaringan listrik dari PLN. Kehadiran listrik tidak hanya akan menerangi rumah, tetapi juga membuka pintu kemajuan.

Dengan listrik, mereka dapat menyimpan hasil panen lebih lama, mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, dan mengakses informasi dari dunia luar.

Listrik akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di desa ini.

Menanti Terang di Tahun 2025

Informasi terbaru yang diterima warga dari pihak PLN, listrik akan masuk pada tahun 2025. Namun, janji ini sering membuat mereka cemas karena sudah sering didengar tanpa kepastian.

Warga Golo Meni hanya bisa berharap bahwa janji ini kali ini benar-benar terwujud. Mereka menanti janji itu ditepati, bukan lagi janji yang hanya sebatas kata-kata.

Di tengah kesibukan panen dan menanam, mata mereka terus memandang ke arah tiang-tiang listrik yang terdekat, berharap suatu hari nanti, kabel-kabel itu akan menjulur hingga ke kampung mereka, membawa cahaya terang yang telah lama mereka dambakan.

Harapan ini kini mereka sampaikan kepada Presiden Prabowo, berharap beliau akan menjadi sosok yang benar-benar bisa membawa cahaya bagi mereka.***

Penulis blog

Tidak ada komentar