Beranda
berita
Everton F.C.
klub sepak bola
olahraga
Pemain sepak bola
Everton Memimpin Perburuan Jack Grealish dari Manchester City, Tottenham Hotspur Tertinggal
Redaksi
Agustus 11, 2025

Everton Memimpin Perburuan Jack Grealish dari Manchester City, Tottenham Hotspur Tertinggal

NOIS.CO.ID— Everton tampaknya semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan pemain sayap Manchester City, Jack Grealish, setelah intensitas pembicaraan antara kedua klub dilaporkan meningkat secara signifikan dalam beberapa jam terakhir. Pemain internasional Inggris itu kini berada di ambang pintu keluar Etihad Stadium, di mana manajer Pep Guardiola tidak akan menghalangi kepergiannya baik melalui skema pinjaman maupun transfer permanen di bursa musim panas ini.

Menurut The Times, The Toffees yang sekarang dilatih David Moyes bergerak cepat memanfaatkan situasi ini. "Everton sudah berada di posisi terdepan," tulis media tersebut, menambahkan bahwa pembicaraan telah memasuki tahap lanjutan untuk membawa Grealish ke Goodison Park untuk musim 2025/2026.

Di sisi lain, Fabrizio Romano melaporkan bahwa sang winger "telah membuka pintu" untuk bergabung dengan Everton. "Jack terbuka untuk tantangan baru, dan Everton adalah opsi yang dia pertimbangkan secara serius," kata Romano melalui akun media sosialnya.

Tottenham Gagal Memanfaatkan Kesempatan

Tottenham Hotspur sebenarnya pernah menunjukkan minat kepada Manchester City tidak lama setelah James Maddison mengalami cedera ACL serius dalam tur pramusim di Korea Selatan. Cedera ini diperkirakan akan membuat pemain tengah kreatif tersebut absen sepanjang musim, meninggalkan celah besar di lini tengah Spurs.

Namun, langkah Spurs untuk mendekati Grealish terlalu lambat. Everton lebih dulu memperkuat negosiasi, membuat Tottenham tertinggal dalam perburuan.

Seorang sumber internal Tottenham yang dikutip Sports Mole mengatakan, "Kami tahu Grealish tersedia, tetapi kecepatan Everton dalam bergerak di bursa kali ini luar biasa. Mereka benar-benar memanfaatkan momen."

Selain Maddison, Spurs juga kehilangan Dejan Kulusevski yang masih dalam proses pemulihan cedera lutut, sementara Alfie Devine telah dipinjamkan ke Preston North End. Saat ini, opsi alami untuk posisi gelandang serang di skuat yang dilatih oleh Ange Postecoglou sangat terbatas, sehingga memaksa kemungkinan improvisasi dengan Lucas Bergvall atau Mohammed Kudus dalam pertandingan UEFA Super Cup melawan Paris Saint-Germain pekan ini.

Everton Menawarkan Kembali Pertemuan dengan Peran Besar

Bagi Grealish, pindah ke Everton bukan hanya tentang menit bermain, tetapi juga kesempatan untuk kembali menjadi figur utama seperti saat di Aston Villa. Di City, meskipun ia memenangkan trofi Liga Premier, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub, perannya seringkali sebagai pemain cadangan.

Statistiknya di City menunjukkan kontribusi yang moderat — 17 gol dan 23 assist dari 157 penampilan — dengan hanya tujuh kali menjadi starter di Premier League musim lalu.

Manajer Everton, David Moyes, disebut sangat tertarik untuk menjadikan Grealish sebagai motor serangan timnya. "Jack adalah pemain yang bisa mengubah dinamika permainan kami. Dia memiliki kreativitas, visi, dan kemampuan membawa bola yang bisa mengancam siapa saja," kata seorang staf pelatih Everton kepada Liverpool Echo.

Bagi The Toffees, ini juga menjadi kesempatan untuk mengirimkan sinyal ambisi kepada para pendukungnya, setelah musim lalu berjuang di papan tengah dan ingin melangkah ke zona kompetisi Eropa.

Kronologi Karier Grealish

Jack Grealish bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2021 dari Aston Villa dengan biaya rekor sebesar £100 juta (sekitar Rp2,08 triliun), menjadikannya sebagai pemain Inggris termahal dalam sejarah.

Di Aston Villa, ia adalah kapten dan sosok yang hampir tidak tergantikan, membawa klub tersebut kembali ke Premier League pada 2019 dan kemudian bertahan di kasta tertinggi. Gaya bermainnya yang flamboyan, penuh trik, dan sering memicu pelanggaran membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di liga.

Namun, transisi ke City tidak sepenuhnya mulus. Persaingan ketat di lini depan membuatnya harus berbagi waktu bermain dengan nama-nama seperti Phil Foden, Bernardo Silva, Riyad Mahrez (sebelum hengkang), dan Jeremy Doku. Pep Guardiola sering memuji semangat kerja Grealish, tetapi juga tidak ragu untuk mencadangkannya jika formasi atau strategi membutuhkan pemain lain.

Tottenham Siapkan Alternatif

Meski Spurs masih berharap bisa mendatangkan Grealish, mereka juga telah menyiapkan daftar alternatif. Nama-nama seperti Eberechi Eze (Crystal Palace), Facundo Buonanotte (Brighton & Hove Albion), dan Bilal El Khannouss (Leicester City) menjadi target potensial.

Tottenham juga telah mencoba menggaet gelandang Como, Nico Paz, dengan tawaran £34,5 juta (sekitar Rp718 miliar), tetapi ditolak. Real Madrid disebut memiliki klausul pembelian kembali untuk Paz dengan harga relatif murah, yang membuat proses negosiasi menjadi rumit.

"Eze selalu ada di radar kami, dan situasi Maddison membuat minat itu semakin relevan," kata salah satu sumber Tottenham kepada Sky Sports. Menariknya, Arsenal yang sebelumnya difavoritkan mendapatkan Eze justru mengalami kebuntuan dalam pembicaraan beberapa pekan terakhir, membuka celah bagi Spurs untuk masuk kembali.

Dalam bursa transfer, kecepatan sering kali menjadi faktor penentu. Everton tampaknya memahami urgensi situasi setelah menyadari bahwa Grealish tidak masuk dalam rencana utama Guardiola musim ini. Mereka bertindak cepat, memulai pembicaraan yang nyata, dan menawarkan peran besar yang tidak bisa dijamin oleh Tottenham atau klub lain.

Selain itu, situasi keuangan juga berperan. Transfer Grealish, meskipun mungkin dalam bentuk pinjaman, tetap memerlukan komitmen gaji besar. Everton, setelah menyelesaikan neraca keuangannya, kini berada dalam posisi lebih fleksibel untuk mengakomodasi tuntutan pemain tersebut dan Manchester City.

Tottenham, di sisi lain, mungkin terganjal oleh strategi ganda: mereka ingin mendapatkan pengganti Maddison, tetapi juga tidak ingin melanggar batas pengeluaran transfer yang sudah membengkak setelah beberapa rekrutan besar musim panas ini.

Bursa transfer musim panas akan ditutup pada 1 September 2025, artinya kedua klub tidak punya banyak waktu. Berdasarkan perkembangan terkini, Everton mungkin mengumumkan kesepakatan sebelum akhir pekan jika semua syarat terpenuhi.

"Keputusan akan diambil dalam beberapa hari ke depan. Kami ingin kepastian sebelum liga benar-benar berjalan," kata sumber dekat pemain kepada The Athletic.

Jika resmi bergabung, Grealish akan disambut sebagai rekrutan besar yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Everton. Bagi pemain tersebut, ini adalah kesempatan untuk kembali menjadi bintang utama dan membuktikan bahwa kualitasnya belum hilang, meskipun empat tahun terakhir di City penuh dengan naik turun.

Penulis blog

Tidak ada komentar