
NOIS.CO.ID- Di balik gegap gempita pembukaan Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam lalu, terselip kisah unik dari tribun penonton.
Di antara ribuan suporter yang bernyanyi lantang, hadir aktor sekaligus presenter Ganindra Bimo.
Meski sempat duduk di kursi undangan VIP, ia turun dan memilih berada di tengah-tengah suporter serta pinggir lapangan, larut dalam atmosfer stadion layaknya seorang Bonek sejati.
"Ini pengalaman pertama saya datang ke Gelora Bung Tomo. Sebelumnya saya pernah menonton di GBK beberapa kali, tapi yang ini rasanya berbeda," kata finalis MTV VJ Hunt 2008 itu kepada NOIS.CO.ID sambil tersenyum lebar.
Mengunjungi Legenda, Menyapa Bonek
Sebelum menyaksikan upacara pembukaan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, ia sempat mampir ke Stadion Gelora 10 November Tambaksari, markas legendaris Persebaya.
Kemudian ia juga menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah perwakilan Bonek di Warkop Pitulikur.
"Mereka baik-baik dan hangat. Namanya sepak bola, ada menang dan kalah, jadi dinamikanya terasa banget. Ini pengalaman baru bagi saya. Pasti akan datang lagi ke pertandingan-pertandingan lainnya," kata Ganindra Bimo.
Dari pertemuan itu, ia mengutip pesan dari Cak Conk, salah satu tokoh Bonek bahwa "Sepak bola adalah hiburan, bukan kuburan."
Menurutnya, kalimat sederhana itu merangkum esensi sportivitas dan semangat sejati sepak bola.
Tenang di Tribun, Lepas Status Selebriti
Malam itu, aktor yang juga seorang pengumpul jersey sepak bola tersebut menjadi saksi pembukaan kompetisi musim baru sekaligus menyaksikan pertandingan panas antara Persebaya vs PSIM Yogyakarta, klub promosi dari Liga 2 musim lalu yang didukung oleh ratusan pendukung fanatiknya.
Selama pertandingan yang berlangsung selama 90 menit itu, ia menikmati setiap momen, mulai dari nyanyian yang menggema, tepuk tangan yang serentak, hingga teriakan penuh emosi saat peluang tercipta.
"Saya merasa justru tidak ada yang mengenal saya, jadi santai. Saya bisa berteriak-teriak seperti penonton biasa. Bukan menjadi selebritas di lapangan, bukan juga selebritas yang sedang menonton sepak bola," kata pria yang juga berprofesi sebagai model dan pengumpul jersey itu.
Baginya, menjadi penonton sepak bola murni, menyerap energi dari tribun, mengikuti chant, merasakan ketegangan pertandingan dapat memberikan sensasi yang tidak tergantikan.
"Saya menikmati setiap menit dan babaknya. Jadi sangat senang," tambahnya.
Adu Chant dan Moment Menggugah Hatiku
Salah satu hal yang paling dinikmati oleh Ganindra Bimo adalah adu chant antara Bonek dan suporter PSIM yang hadir sebagai tamu. Meskipun Persebaya kalah 0-1, atmosfer stadion tetap menjadi pengalaman yang melekat di hatinya.
Puncak momen haru hadir saat ribuan Bonek menyanyikan anthem Song for Pride. Dengan lampu ponsel yang berkedip-kedip, suara mereka menggema sebelum dan sesudah pertandingan.
"Rasanya merinding. Orang-orang Surabaya mungkin memiliki kedekatan dengan klubnya karena lahir di sini. Jika aku, aku benar-benar hanya seorang penonton, itu saja membuatku merinding. Menang atau kalah tetap terasa merinding," ujar Best Supporting Actor in Series Program, Genre Film Drama Serigala Terakhir 2, Content Asia Awards tahun 2023.
Misi 18 Klub dan 18 Jersey
Pengalaman ini membuatnya bertekad untuk melanjutkan petualangan menonton pertandingan Super League 2025-2026 di berbagai stadion di Indonesia meskipun sambil mengunggah konten. Karena bagi dia, sepak bola bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi ruang untuk bersenang-senang, berbagi energi, dan menghargai perbedaan.
"Ingin menonton sepak bola lagi, siapa tahu bisa menonton 18 klub, dan mendapatkan 18 jersey," kata Ganindra Bimo sambil tertawa.
"Awalnya di Surabaya ini ingin mendapatkan jersey Bruno, tapi sedang kalah. Dia hebat, poin bolanya bagus, sangat menghibur. Musim lalu saya sudah melihat dia bermain," tambahnya.
Redaksi
Tidak ada komentar