
NOIS.CO.IDMasalah pertahanan menjadi PR yang perlu diselesaikan tim nasional bola voli putri setelah tersandung di laga pertama SEA V League 2025.
Tidak hanya kalah, timnas voli putri Indonesia hampir tak berdaya saat menghadapi Vietnam untuk membuka leg pertama SEA V League 2025.
Kekalahan 0-3 (11-25, 11-25, 22-25) menjadi pil pahit yang harus ditelan timnas voli putri dari pertandingan di Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat (1/8/2025).
Melihat statistik, Indonesia ditekan habis-habisan dalam serangan.
Vietnam mencapai rasio serangan sukses sebesar 50,5 persen yang berarti sekitar 1 poin dari setiap 2 kali percobaan.spikeTran Thi Thanh Thuy dkk.
Padahal skuad Golden Star belum menurunkan pemain depan terbaik mereka, Nguyen Thi Bhich Tuyen, saat menghadapi Indonesia.
Indonesia sebaliknya. Dari percobaan serangan yang lebih banyak (111) hanya 30,6 persen (34) yang menghasilkan gol.
Akibatnya, saat Megawati Hangestri Pertiwi sebagai meriam andalan Indonesia hanya mencetak 10 angka, ada dua pemain Vietnam yang mencetak lebih banyak.
Mereka adalah Hoang Thi Kieu Trinh (OP) dan Tran Thi Bich Thuy (MB) yang masing-masing mencatatkan 12 angka.
| PENCETAK GOL TERBAIK INDONESIA VS VIETNAM | ||||
| Indonesia | vs | Vietnam | ||
| Poin | Pemain | Pemain | Poin | |
| 11 | Arsela Nuari Purnama | - | Tran Thi Bich Thuy | 25 |
| 10 | Megawati H. Pertiwi | - | Hoang Thi Kieu Trinh | 12 |
| 8 | Medi Yoku | - | Vi Thi Nhu Quynh | 9 |
Manajer timnas voli putri Indonesia, Luciana Taroreh, menyebut pertahanan yang buruk sebagai penyebab utamanya.
"Pertahanan kami tidak bagus, sehingga sulit membangun serangan," kata Luciana Taroreh dalam pernyataannya melalui PBVSI.
Sementara blok Vietnam rapat dan pertahanan mereka juga baik.
Soal blok, Vietnam mendapatkan 20 poin dengan 8 di antaranya mengalahkan Indonesia. Sementara dari kubu Merah Putih, hanya 3 poin dari 13 blok.
"Vietnam bermain solid dan konsisten. Kami mengapresiasi performa mereka," kata Luciana melanjutkan.
"Bagi tim kami, hasil ini tentu belum sesuai harapan, tetapi menjadi bagian penting dari proses pembelajaran dan evaluasi ke depan," katanya.
Luciana menambahkan kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi secara teknis maupun mental bagi timnas voli putri.
Anggota tim putri nasional yang terakhir memenangkan kejuaraan di SEA Games menegaskan bahwa Megawati dkk. akan bangkit menghadapi dua pertandingan tersisa melawan Thailand dan Filipina.
Indonesia menjadiunderdogdi SEA V League 2025 karena peringkatnya paling rendah dan kalah dalam rekor pertemuan terkini dengan peserta lainnya.
"Kami percaya pada kerja keras para pemain dan tim pelatih. Kekalahan ini menjadi pelajaran penting yang akan kami evaluasi secara menyeluruh," kata Lusiana.
Kami tetap percaya pada potensi tim ini. Fokus kami sekarang adalah bangkit, memperbaiki diri, dan tampil lebih siap di pertandingan berikutnya.
"Kami mohon dukungan masyarakat Indonesia agar tim ini bisa terus berkembang dan memberikan hasil yang membanggakan," tegasnya.
Indonesia akan melanjutkan perjuangannya di Negeri Gajah Putih dengan menghadapi tuan rumah.
Pertandingan Indonesia vs Thailand di leg pertama SEA V League 2025 akan berlangsung pada Sabtu (2/8/2025) pukul 17.00 WIB.
Redaksi
Tidak ada komentar