Beranda
NEWS
Pengunjung Bisa Menyaksikan Proses Pemugaran Situs Gunung Padang
Redaksi
Agustus 02, 2025

Pengunjung Bisa Menyaksikan Proses Pemugaran Situs Gunung Padang

JAKARTA, NOIS.CO.ID- Wisatawan akan memiliki kesempatan untuk menyaksikan proses restorasi dan penelitian situs megalitik Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang, Ali Akbar.

"Tentu saja wisatawan domestik atau para pengunjung juga diperkenankan untuk berkunjung dan menyaksikan pemugaran di situs Gunung Padang," kata arkeolog yang akrab disapa Abe kepadaNOIS.CO.ID, Jumat (1/8/2025) malam.

Peluang tersebut, lanjut Abe, nantinya masih akan dikaji lebih lanjut. Ia tidak menyangkal ada beberapa bagian situs Gunung Padang yang ditutup demi keamanan para pemugar dan wisatawan.

"Tapi ini lagi-lagi mungkin ada beberapa bagian yang akan ditutup untuk keselamatan para pemugar dan juga untuk keselamatan para pengunjung," kata Abe.

Abe menyebutkan, pihaknya akan membuat tayangan video tentang penjelasan terkait situs Gunung Padang untuk para wisatawan. Selain itu, wisatawan juga bisa menyaksikan kegiatan pemugaran dari jauh.

Selain para wisatawan, lanjut Abe, kegiatan restorasi dan penelitian situs Gunung Padang juga terbuka bagi peneliti atau ahli dari luar negeri. Ia akan memberikan jadwal jika mereka ingin berkunjung ke situs Gunung Padang.

"Dan juga, kami akan menyosialisasikan kegiatan ini sehingga ketika misalnya ada peneliti asing yang sudah memiliki kegiatan di tempat lain, lalu setelah mendapatkan izin, mereka juga dapat menyaksikan pemugaran di situs Gunung Padang," tambah Abe.

Restorasi melibatkan 100 ahli

Abe mengatakan, restorasi dan penelitian situs megalitik Gunung Padang akan melibatkan sekitar 100 ahli di bidangnya dan diperkirakan memakan waktu 3-4 tahun.

"Ada cukup banyak ahli yang terlibat dalam kegiatan ini, karena kita ingin terlebih dahulu mengetahui sejauh mana tingkat kerusakan dari situs Gunung Padang ini," kata Abe.

Abe mengatakan, kegiatan pemugaran situs Gunung Padang akan dilakukan secara bertahap dan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya serta Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Telestarian Cagar Budaya.

Adapun tahapan pemugaran yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu Pra Pemugaran, Pemugaran dan Pasca Pemugaran.

"Nah yang akan kita lakukan saat ini adalah tahap paling awal ya. Ada studi kelayakan dan studi teknis ya. Fokus kita di beberapa bulan awal ini adalah kajian, kita akan periksa betul bagaimana kondisi situs Gunung Padang saat ini," kata Abe.

Abe menjelaskan, para ahli yang terlibat berasal dari bidang arkeologi, geologi, geofisika, geografi, topografi atau pemetaan, stratigrafi, hidrologi, teknik sipil, geoteknik, ilmu-ilmu sosial budaya, biologi, arsitektur, planologi, dan masih ada beberapa ahli lainnya.

Ia menegaskan, seluruh ahli yang terlibat dalam pemugaran situs Gunung Padang berasal dari Indonesia.

"Pada tahap awal pemugaran situs Gunung Padang, kami akan memaksimalkan para peneliti dan para ahli dari bangsa Indonesia sendiri. Kita sebenarnya memiliki banyak sekali ahli yang sudah mendunia. Kali ini kami meminta, kami berharap kiprah mereka untuk melakukan pemugaran situs Gunung Padang," tambah Abe.

Sementara itu, para peneliti atau ahli dari luar negeri akan diberikan waktu tertentu untuk meninjau, berdiskusi, dan bertukar pikiran pada tahap pemugaran atau penelitian.

Proses restorasi, lanjut Abe, juga akan melibatkan penduduk setempat di sekitar situs Gunung Padang.

"Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami tidak akan terburu-buru, kami akan sangat berhati-hati, dan juga akan melibatkan warga setempat. Karena warga setempat yang sudah lama tinggal di sekitar situ (Gunung Padang), akan memberikan informasi yang baik kepada kami," tambah Abe.

Sementara informasi yang akan diberikan oleh warga setempat, misalnya daerah rentan gempa bumi, wilayah rentan longsor, aliran air hujan, dan informasi penting lainnya di sekitar Situs Gunung Padang.

Mengapa Situs Gunung Padang perlu diperbaiki?

Menurutnya, situs megalitik Gunung Padang saat ini perlu diperbaiki. Keputusan tersebut diambil berdasarkan penelitian, kajian, dan studi kelayakan yang dilakukan oleh para peneliti.

"Berdasarkan studi kelayakan, memang situs ini layak untuk dipugar. Nah, mengapa situs Gunung Padang layak atau penting untuk dipugar? Karena situs ini merupakan bukti peninggalan megalitik dari Batu Besar sejak jaman prasejarah yang terbesar di Indonesia. Bahkan terbesar di Asia Tenggara," kata Abe.

Temuan di lapangan, beberapa bagian situs Gunung Padang sudah rusak. Kerusakan yang ditemukan adalah batu yang lepas, batu yang patah, dan susunan batu yang ambruk.

"Jadi berdasarkan undang-undang cagar budaya, jika ada peninggalan yang penting maka diberi status. Situs Gunung Padang memiliki status cagar budaya tingkat nasional. Jadi ini sangat tinggi," kata Abe.

Dengan restorasi, situs Gunung Padang diharapkan bisa bertahan lebih lama dan dapat dilihat oleh generasi sekarang dan mendatang.

Penulis blog

Tidak ada komentar