Beranda
Indonesia
olahraga
sepak bola
3 Kekurangan Fatal Timnas Indonesia U22 Kalah 0-3 dari Mali: Ivar Jenner Diberi Pujian, Lawan Mengakui Kesulitan
Redaksi
November 16, 2025

3 Kekurangan Fatal Timnas Indonesia U22 Kalah 0-3 dari Mali: Ivar Jenner Diberi Pujian, Lawan Mengakui Kesulitan

3 Kekurangan Fatal Timnas Indonesia U22 Kalah 0-3 dari Mali: Ivar Jenner Diberi Pujian, Lawan Mengakui Kesulitan

PESANKU.CO.ID, -Timnas Indonesia U22 harus menelan pil pahit kekalahan 0-3 dari Mali U22 dalam laga uji coba di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (15/11/2025) malam.

Pelatih Timnas Indonesia U22, Indra Sjafri langsung mengidentifikasi tiga kelemahan fatal yang menjadi penyebab kekalahan Garuda Muda atas Mali.

Meski kalah, ada catatan positif yang menjadi perhatian, yaitu pelatih Mali U22 yang secara mengejutkan mengakui kesulitan menghadapi Timnas Indonesia U22, dan secara khusus memuji kapten tim, Ivar Jenner.

Gol dalam pertandingan uji coba itu diciptakan melalui kaki tiga pemain Mali yaitu, Sekou Doucoure (5'), Wilson Samake (34'), dan Moulaye Haidara (90+1').

Hasil ini juga menjadi peringatan penting bagi Indonesia sebelum finalisasi skuad SEA Games 2025 Thailand.

Berikut 3 kelemahan fatal Timnas Indonesia U22 selengkapnya:

1. Kesalahan Dasar (Kesalahan Mendasar)

Setelah pertandingan, pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mengevaluasi permainan Garuda Muda.

Indra menilai, anak asuhnya tampil tidak buruk, namun masih memiliki kelemahan mendasar yang langsung dimanfaatkan lawan.

"Secara permainan tidak jelek, tapi kesalahan-kesalahan dasar masih banyak," kata Indra, Sabtu.

Kesalahan dasar yang dimaksud Indra adalah kelemahan umum dalam eksekusi teknis dan taktis pemain.

Kesalahan dasar juga bisa disebut sebagai kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh pemain di tingkat nasional atau profesional.

Biasanya, akar masalah yang membuat kelemahan lain menjadi fatal adalah karena pemain tidak disiplin atau akurat dalam menjalankan tugas-tugas paling dasar mereka di lapangan.

2. Kelemahan dalam Situasi Bola Mati (Set-Piece)

Kekurangan fatal kedua adalah kurangnya fokus, disiplin posisi, dan reaksi cepat pemain saat menghadapi bola mati lawan.

"Khususnya dalam situasi set-piece, itu yang langsung dihukum Mali," kata Indra Sjafri.

Menurut Indra Sjafri, masalah bola mati memang bukan isu baru di Tim Nasional.

Indra Sjafri menekankan fokus, disiplin posisi, dan reaksi pemain perlu ditingkatkan agar tidak mudah kebobolan dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi.

3. Perbedaan Kualitas Individu, Kecepatan, dan Agresivitas

Selain masalah detail permainan, Indra juga mengakui perbedaan kualitas individu dan kecepatan pemain menjadi tantangan terbesar bagi timnya saat menghadapi Mali.

"Kualitas Mali memang jauh lebih tinggi. Mereka cepat, kuat, dan agresif. Dari segi level, memang berbeda dan membuat kami beberapa kali kesulitan," kata Indra.

Namun demikian, pelatih asal Sumatra Barat itu menegaskan hasil pertandingan ini tidak bisa dijadikan acuan untuk menilai kesiapan Indonesia menghadapi SEA Games 2025.

Menurut Indra, tingkat permainan Mali berada di atas standar yang akan dihadapi di turnamen Asia Tenggara.

"SEA Games tidak bisa dibandingkan dengan tingkat Mali. Kami sengaja mencari lawan dengan kualitas seperti ini untuk melihat di mana kekurangan kami," katanya.

Indra memastikan pertandingan uji coba internasional seperti melawan Mali adalah bagian dari proses pembelajaran penting, terutama untuk mempercepat adaptasi pemain terhadap intensitas yang tinggi.

Dengan demikian, Indra berharap kekalahan ini menjadi momentum perbaikan sebelum skuad final SEA Games terbentuk sepenuhnya.

Ivar Jenner Diberi Pujian, Mali Mengakui Kesulitan

Sementara itu, Pelatih Mali U22, Fousseni Diawara, mengakui kesulitan menghadapi Timnas Indonesia U22.

Menurut Fousseni Diawara, Garuda Muda tampil terorganisir dan sempat membuat Mali kerepotan di beberapa momen pertandingan.

Fousseni mengakui dirinya beruntung mendapatkan gol cepat dalam pertandingan itu, sehingga membuat anak asuhnya menjadi percaya diri.

"Kami beruntung bisa mencetak gol sangat cepat. Itu membuat kami langsung masuk ke pertandingan dan mendapatkan rasa percaya diri," katanya, Sabtu.

Fousseni menilai, sejumlah pemain Indonesia memiliki kematangan bermain yang kuat, terutama kapten tim.

"Ada beberapa pemain yang saya kenal juga, termasuk kapten mereka, (Ivar,-red) Jenner, yang menurut saya adalah pemain yang sangat bagus," kata pelatih Mali.

Fousseni menyebut, pemain nomor punggung 5 tim Indonesia U-22 itu sebagai pemain yang memiliki kedewasaan dalam bermain.

Pemain Jong FC Utrecht itu juga disebut menjadi salah satu pemain yang menonjol, sehingga membuat Mali harus tetap disiplin sepanjang pertandingan.

"Kami tahu bahwa ada pemain-pemain yang memiliki kedewasaan bermain. Jadi bagi kami yang membawa tim muda, ini penting sebagai proses belajar. Mereka sempat membuat kami kerepotan di beberapa level permainan," tambahnya.

Alasan Indra Sjafri Memilih Ivar Jenner

Indra Sjafri juga memberikan pernyataan mengenai alasan dia memilih Ivar Jenner sebagai kapten Garuda Muda dalam pertandingan uji coba melawan Mali, dan menegaskan keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan.

Menurut Indra, Ivar adalah pemain yang menunjukkan kematangan paling menonjol di antara skuad yang ada saat ini.

"Ivar memiliki kedewasaan bermain yang bagus. Dari segi kepemimpinan dia juga sangat kuat, dan itu sudah terlihat sejak TC pertama dimulai," kata Indra, Sabtu.

Selain masalah kualitas permainan, Indra menilai sifat Ivar yang tenang, disiplin, dan mampu menjaga ritme tim membuatnya layak memakai gelang kapten dalam pertandingan uji coba internasional tersebut.

"Dia bisa menjadi penyeimbang. Pada momen-momen sulit, dia tetap tenang dan bisa memandu teman-temannya," tambahnya.

Indra juga menegaskan penunjukan kapten pada fase persiapan tidak selalu final, dalam artian, Ivar belum tentu menjadi kapten tim untuk SEA Games mendatang.

Meskipun demikian, untuk kondisi saat ini, Ivar disebut sebagai pemain yang paling siap memegang peran pemimpin di lapangan.

"Sampai saat ini dia yang paling siap. Tapi tentu semua masih dinamis. Yang jelas, Ivar menunjukkan kualitas itu," kata Indra.

Pertandingan melawan Mali menjadi salah satu ujian terakhir sebelum Timnas Indonesia U22 memasuki fase penentuan susunan pemain yang akan dibawa ke SEA Games 2025 Thailand.

Setelah bertanding pada Sabtu kemarin, kedua tim akan kembali bertanding dalam pertandingan uji coba di stadion yang sama, Selasa (18/11/2025).

(Tribunnews.com/Tribunnews.com/Tribunnews.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp

Penulis blog

Tidak ada komentar