Beranda
agama
berita
gaya hidup
hiburan
selebriti
4 Film Favorit Paus Leo XIV, Semua Karya Klasik Penuh Nilai Keluarga
Redaksi
November 17, 2025

4 Film Favorit Paus Leo XIV, Semua Karya Klasik Penuh Nilai Keluarga

NOIS.CO.IDPada Rabu (12/11), Paus Leo XIV mengungkapkan empat film favoritnya melalui sebuah video yang dirilisAP NewsDari daftar tersebut, publik dapat melihat gambaran tentang selera paus terhadap karya audiovisual.

Empat film pilihan tersebut sekaligus memberikan sedikit wawasan tentang kepribadian Paus Leo XIV, yang memiliki nama lahir Robert Francis Prevost. Menariknya, semua film yang disebutkan merupakan karya klasik yang dirilis sebelum tahun 2000 dan mengangkat tema keluarga di tengah masa-masa sulit.

Dilansir dari IMDb, berikut 4 film favorit Paus Leo XIV:

1. It's a Wonderful Life (1946)

George Bailey (James Stewart) adalah seorang pria yang sedang menghadapi krisis keuangan pada malam sebelum Natal. Tekanan yang terus-menerus membuatnya begitu putus asa hingga berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Di surga, para malaikat mendengar doa salah satu anak George yang berkata, "Tuhan, tolong, ada yang salah dengan Ayah". Doa itu membuat mereka mengutus Clarence (Henry Travers), malaikat yang belum mendapatkan sayap, untuk turun dan menolong George.

Karena bingung harus mulai dari mana, Clarence kemudian dibimbing oleh malaikat senior untuk melihat perjalanan hidup George sejak masa kecil. Dari situlah ia dapat memahami siapa George sebenarnya dan mencari cara terbaik untuk membantunya.

Sepanjang hidupnya, George ternyata telah banyak berbuat kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya. Saat berusia 12 tahun, ia menyelamatkan adik laki-lakinya yang hampir tenggelam di kolam beku, meskipun harus kehilangan pendengaran di telinga kirinya akibat air es. Pada pekerjaan paruh waktunya yang pertama, ia juga berhasil mencegah seseorang mengalami keracunan obat akibat kesalahan resep.

Melihat semua itu, Clarence menyadari bahwa George benar-benar memiliki kehidupan yang luar biasa bermakna, meskipun dihiasi beberapa ujian. Tugasnya sekarang hanya satu: mengingatkan George bahwa hidupnya jauh lebih berharga daripada yang ia kira.

2. Suara Musik (1965)

Maria (Julie Andrews) adalah salah satu calon biarawati di Biara Nonnberg, tetapi ia terkenal sangat nakal dan jahil.

Kepala Biara tiba-tiba menerima surat dari seorang janda dan kapten Angkatan Laut Austria bernama Georg Von Trapp (Christopher Plummer) yang meminta untuk dikirimkan seorang guru untuk tujuh anaknya.

Kepala Biara memutuskan untuk mengirim Maria sebagai guru dan pengasuh sementara mereka.

Ketika Maria tiba di rumah itu, ia menemukan bahwa Georg mengajar anak-anaknya dengan disiplin yang sangat ketat, seperti seorang tentara laut. Ia meniup peluit, memberi perintah keras, dan memakaikan pakaian pelaut kepada anak-anaknya.

Melihat itu, Maria pun bertekad untuk menjadi pengasuh dan guru yang baik bagi anak-anak tersebut, walaupun metodenya sangat berbeda dengan Georg.

3. Orang-orang Biasa (1980)

Keluarga Jarrett sedang terpuruk setelah kehilangan salah satu putra mereka dalam kecelakaan perahu. Dipenuhi rasa bersalah yang mendalam, putra kedua mereka, Conrad (Timothy Hutton), juga pernah mencoba mengakhiri hidupnya. Untungnya, upaya tersebut gagal dan nyawanya berhasil diselamatkan.

Meskipun demikian, kedua orang tuanya (diperankan oleh Donald Sutherland dan Mary Tyler Moore) masih berjuang untuk mencari cara melanjutkan hidup seperti biasanya.

Di mata masyarakat, keluarga Jarrett tampak berusaha keras untuk kembali normal dan terlihat bahagia. Namun sejak Conrad menjalani terapi psikologis, penonton mulai menyadari bahwa keharmonisan keluarga ini sebenarnya rapuh sejak awal, bahkan jauh sebelum tragedi terjadi.

4. Kehidupan Indah (La vita e bella) (1997)

Guido Orefice (Roberto Benigni) adalah seorang penulis Yahudi asal Italia yang hidup pada tahun 1939, di tengah situasi politik yang dikuasai fasis. Dikenal dengan kepribadiannya yang humoris dan penuh keceriaan, Guido mampu membuat siapa pun yang ditemuinya merasa terhibur, termasuk para tamu di restoran milik pamannya tempat ia bekerja.

Guido jatuh cinta pada Dora (Nicoletta Braschi), seorang guru yang sebenarnya dijodohkan dengan seorang pegawai negeri kaya namun sombong. Setelah sering menghabiskan waktu bersama, Dora akhirnya luluh dan memutuskan untuk kabur bersama Guido.

Namun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Ketika Perang Dunia II meletus, Guido, Dora, putra mereka Giosue, serta pamannya Guido ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi. Untuk melindungi Giosue dari rasa takut akan kekejaman kamp tersebut, Guido menciptakan sebuah kebohongan penuh kasih. Ia mengatakan bahwa kamp itu hanyalah sebuah permainan besar.

Yusuf harus mematuhi setiap perintah ayahnya untuk mengumpulkan poin, dan jika berhasil mencapai skor tertentu, ia akan memenangkan hadiah besar, yaitu sebuah tank.

(*)

Penulis blog

Tidak ada komentar