Beranda
ADVETORIAL
4.000 Petani Wajo Hadiri Tudang Sipulung, Bupati Janji Jadikan Agenda Tahunan
Redaksi
November 06, 2025

4.000 Petani Wajo Hadiri Tudang Sipulung, Bupati Janji Jadikan Agenda Tahunan


NOIS.CO.ID, WAJO - Ribuan petani memadati Rice Processing Center (RPC) Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Rabu (5/10/2025). Suasana penuh suka cita menyelimuti acara tudang sipulung sekaligus manre sipulung yang dihadiri Bupati Wajo, Andi Rosman bersama Wakil Bupati dr Baso Rahmanuddin.

Tidak kurang dari 4.000 petani dari berbagai kelompok tani (Poktan) se-Kabupaten Wajo turut hadir dalam kegiatan tersebut. Acara ini juga dimeriahkan kehadiran Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI, Prof Dr Ir Fadjry Djufry.

Dalam sambutannya, Andi Rosman memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang disebutnya sebagai pejuang dan tonggak pangan di Kabupaten Wajo.

"Kita perlu mengapresiasi para pejuang kita, tanpa mereka sektor pangan kita tentu tidak semaksimal ini," ujar Andi Rosman.

Bupati menjelaskan, tudang sipulung dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil produksi padi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan dan koordinasi di kalangan petani.

"Dengan kebersamaan yang kita miliki ini, kita harus satu komando dalam memulai pertanian, seperti pengolahan tanah dan pembibitan harus dilakukan bersama-sama," paparnya.

Kabar gembira datang dari Pemkab Wajo yang berkomitmen menjadikan tudang dan manre sipulung sebagai agenda tahunan.

"Insya Allah kita bakal jadikan ini kalender tahunan. Sangat perlu dilakukan karena kebersamaan dan keharmonisannya guna saling bertukar pikiran, ilmu dan sama-sama mencari solusi jika ada masalah dalam sektor pertanian," tegasnya.

Sementara itu, Prof Dr Ir Fadjry Djufry mengakui Kabupaten Wajo sebagai salah satu ikon Sulawesi Selatan dalam produksi pertanian.

"Wajo ini secara nasional urutan ke-11 produksi pertanian. Di Sulawesi Selatan, hanya Bone di atasnya. Penting bagi Pemkab Wajo terus mengembangkan sektor pertanian dengan memperhatikan program dan kami berkomitmen membantu hal itu," tegasnya.

Prof Djufry yang juga putra asli Sulsel mengapresiasi langkah Pemkab Wajo melaksanakan program tudang dan manre sipulung.

"Ini sangat bagus dalam menjaga kearifan lokal kita di Sulawesi Selatan. Tudang sipulung ini tempat bersatunya persepsi terkait apa yang menjadi keinginan petani di Kabupaten Wajo. Mari terus lestarikan kegiatan seperti ini," katanya.

Pihak Kementerian Pertanian menyatakan siap mendukung berbagai program untuk memajukan pertanian di Wajo.

"Kementerian Pertanian siap mendorong jalan usaha tani, benih dan bibit unggul agar Pak Bupati jalankan program peningkatan IP (Indeks Pertanaman)," urainya.

Prof Djufry juga memperkenalkan varietas unggul Cakrabuana yang berumur 85-90 hari untuk wilayah yang tersedia air.

"Varietas Cakrabuana ini harus dijadikan pilot project di Wajo," sambungnya.

Merespons keluhan petani terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar solar, Prof Djufry berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.

"Saya baru dengar ternyata Wajo masih terkendala solar, nanti saya akan laporkan karena ini menyangkut kebutuhan utama petani. Alat mesin pertanian pun akan diprioritaskan," tegas Prof Djufry.(Adv)

Penulis blog

Tidak ada komentar