Beranda
bencana
bencana alam
berita
berita lokal
tragedi
Tragedi Majalengka 11 Orang Tewas, Dedi: Rumah Kamu Tertimbun Tanah Tidak Terlihat
Redaksi
November 16, 2025

Tragedi Majalengka 11 Orang Tewas, Dedi: Rumah Kamu Tertimbun Tanah Tidak Terlihat

Tragedi Majalengka 11 Orang Tewas, Dedi: Rumah Kamu Tertimbun Tanah Tidak Terlihat

Saudara telepon bilang, 'rumah kamu tertimbun tanah, sudah enggak kelihatan'. Setelah itu saya langsung pulang dari Jakarta.

TRAGEDIterjadi di Dusun Tarukahan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Belasan orang tewas akibat tanah longsor.

Dedi (40), warga Dusun Tarukahan, kaget dan sedih saat menerima telepon dari saudaranya, Kamis (13/11/2025) malam.

Tarukahan adalah salah satu dusun di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Masyarakat di Tarukahan sebagian besar berprofesi sebagai petani, buruh tani, pedagang, mengikuti pola mata pencaharian desa Cibeunying secara umum.

Dalam percakapan melalui telepon, saudara Dedi menginformasikan bahwa rumahnya di Dusun Tarukahan sudah tidak terlihat lagi akibat tertimbun longsoran.

Dedi yang saat itu sedang bekerja di Jakarta langsung bergegas pulang karena teringat akan istri dan anak-anaknya yang tinggal di rumah itu.

Lilis (39), istrinya serta dua anak mereka Yanuar (15) dan Arumi (4) hingga kini belum diketahui nasibnya.

"Sekitar pukul 19.30 WIB saya masih berkomunikasi dengan istri. Saya tanya (anak-anak) sedang apa, katanya sudah tidur," kata Dedi di lokasi rumah bekasnya mengutip Kompas.com, Sabtu (15/11/2025).

Tidak lama kemudian, Dedi menerima telepon dari saudaranya yang memberitahu bahwa rumahnya tertimbun tanah dan tidak lagi terlihat.

"Saudara telepon bilang, 'rumahmu tertimbun tanah, sudah tidak terlihat'. Setelah itu saya langsung pulang dari Jakarta," kata Dedi.

Sesampainya di kampung halaman, Dedi hanya bisa melihat tumpukan tanah serta puing-puing bangunan yang dulu merupakan rumah keluarganya.

"Tiba-tiba sudah tertimbun tanah seperti ini, rumahnya sudah tidak terlihat. Jadi sangat sedih," katanya.

Beberapa hari sebelum longsor, istrinya Lilis sempat mengabari bahwa anak bungsunya sedang sakit.

Dedi diminta anaknya untuk pulang lebih cepat.

"Ayo pulang saja, biasanya anak kecil kadang-kadang sakit. Saya memang rencananya mau pulang, tapi nanti akhir bulan setelah gajian," kata Dedi.

Dedi berharap proses penyelamatan berjalan lancar dan keluarganya segera ditemukan.

"Semoga evakuasi berjalan dengan baik dan lancar. Semoga segera ditemukan," katanya dengan suara gemetar.

Diketahui, peristiwa bencana longsor terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.

Sekurang-kurangnya 16 rumah warga di dua dusun tersebut tertimbun longsor.

Kondisi medan yang berat membuat proses pencarian harus dilakukan secara manual.

Selain itu, anjing pelacak K9 membantu mengidentifikasi titik-titik yang diduga terdapat korban.

11 Korban Tewas, 12 Masih Hilang

Berdasarkan data sementara, 11 orang tewas akibat longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sementara 12 orang lainnya masih hilang.

Operasi pencarian korban pada hari ketiga dihentikan pada sore hari karena hujan deras, Sabtu (15/11/2025).

Pada hari ketiga ini, total ada delapan korban yang ditemukan dan semuanya meninggal.

Sehingga, selama tiga hari pencarian korban longsor tersebut terdapat 11 orang.

Tim gabungan akan kembali melakukan pencarian pada hari Minggu (16/11/2025) mulai pukul 07.00 WIB pagi ini.

Berikut data terbaru mengenai identitas korban jiwa akibat tanah longsor yang terjadi pada malam Kamis (13/11/2025).

Warga Dusun Tarukahan RT 06 RW 03

  • Julia Lestari, wanita, 20 tahun
  • Maya Dwi Lestar, wanita, 15 tahun
  • Yuni, wanita, 45 tahun
  • Julia dan Maya ditemukan pada Kamis (13/11/2025) malam. Sedangkan Yuni pada Jumat (14/11/2025) pagi.

Warga Dusun Cibuyut

  • Nur Isnaeni, perempuan, 30 tahun, warga RT 02 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 10.44
  • Muhamad Hafiz, laki-laki, 6 tahun, warga RT 02 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 10.06
  • Asmanto, laki-laki, 74 tahun, warga RT 02 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 14.40
  • Febriansyah, laki-laki, 5 tahun, warga RT 02 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 13.39
  • Rizky Pratama Ramadhan, laki-laki, 9 tahun, warga RT 02 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 13.43
  • Dani Setiawan, laki-laki, 29 tahun, warga RT 02 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 13.45
  • Rusyanto, laki-laki, 75 tahun, warga RT 02 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 14.21
  • Satini, perempuan, 28 tahun, warga RT 01 RW 05, ditemukan Sabtu (15/11/2025) pukul 14.22

Berikut adalah daftar warga yang masih hilang atau dalam pencarian:

Warga Dusun Tarukahan

  • Nina
  • Fani
  • Fatin
  • Lilis
  • Danu (anak Lilis)
  • Balita (anak Lilis)

Warga Dusun Cibuyut

  • Rahma
  • Aca
  • Cahyanto

    Kasri

  • Zahra
  • Nilai

Tentang Desa Cibeunying

Desa Cibeunying terletak di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan data BPS Cilacap (Kecamatan Majenang dalam angka), Cibeunying adalah salah satu desa di kecamatan tersebut.

Berdasarkan penelitian oleh Sunarto & Cartono, luas Desa Cibeunying sekitar 1.067,40 hektar dan berada pada ketinggian sekitar 24,5 meter di atas permukaan laut.

Kondisi geografisnya berupa kombinasi dataran dan perbukitan.

Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Cibuyut dan Tarukahan, Desa Cibeunying termasuk cukup parah.

Beberapa rumah rusak, 11 korban tewas dan belasan lainnya masih dalam pencarian.

Kepala desa menyatakan sebelum longsor terjadi, sudah ada tanda-tanda pergerakan tanah (retakan) sejak beberapa hari sebelumnya.

Beberapa artikel ini telah tayang di TribunJabar.id

Penulis blog

Tidak ada komentar