Beranda
commerce
economics
financial markets
money
NEWS
Emas Dunia Jatuh 3% Setelah Amerika dan Tiongkok-setuju Kurangi Tarif Impor
Redaksi
Mei 13, 2025

Emas Dunia Jatuh 3% Setelah Amerika dan Tiongkok-setuju Kurangi Tarif Impor

NOIS.CO.ID -- - Nilai harga emas global jatuh sebesar 3 persen ke titik terendahnya dalam lebih dari seminggu pada hari Senin (12/5). Hal ini berlangsung sesudah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sepakat mereduce tarif perdagangan saling kembali sehingga menyebabkan mata uang dolar kuat serta mengurangi ketertarikan investor terhadap aset pelindung nilai seperti emas.

Menurut laporan dari Reuters, harga emas spot mengalami penurunan sebesar 3 perceh hingga mencapai USD 3.224,34 per troy ons, yang mana ini merupakan titik terendahnya sejak tanggal 1 Mei. Di sisi lain, harga kontrak emas Amerika Serikat juga ikutan menurun dengan presentase 3,5% dan kini diperdagangkan pada angka USD 3.228,10.

Kendati begitu, harga emas dunia dalam jangka pendek masih akan tetap fluktuatif. Namun, tarif yang lebih tinggi masih membebani pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan memaksa bank sentral untuk memangkas suku bunga lebih lanjut akhir tahun ini.

Amerika Serikat dan Tiongkok menyebut bahwa keduanya sudah sepakat untuk mengurangi bea masuk saling melawan sebab kedua negara tersebut sedang mencoba meredakan pertarungan perdagangan yang turut mengacaukan perekonomian dunia.

Setelah rapat bersama kedua negara, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan pada jurnalis bahwa mereka sepakat untuk berhenti sementara dalam tindakan tersebut selama 90 hari, serta tarif balasan akan dikurangi hingga 115 persen.

Akibatnya, tarif yang ditetapkan AS terhadap Tiongkok adalah 30%. Sementara itu, Tiongkok menetapkan tariff sebanyak 10% kepada AS, dibandingkan dengan sebelumnya yaitu 125%.

Sebelumnya, AS dan Tiongkok telah menerapkan tariff balasan satu sama lain pada bulan lalu, hal ini menyebabkan pecahnya perang perdagangan yang semakin meningkatkan ketakutan tentang resesi dunia. Di sisi lain, indeks dolar (.DXY) naik lebih dari 1 persen dibandingkan dengan kompetitornya, menjadikan emas menjadi lebih mahal untuk pemegang mata uang asing.

Jigar Trivedi, analis komoditas senior dari Reliance Securities, memperkirakan harga emas bakal anjlok sebab diperkirakan dolar bisa melemah serta penurunan ketegangan geopolitis yang membuat minat investor pada aset aman seperti emas menjadi berkurang. Jigar bahkan menilai emas kemungkinan besar akan jatuh hingga mencapai level USD 3.200 per ons troz.

Pedagang juga tetap akan mengevaluasi data Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat yang dirilis pada hari Selasa (13/5). Hal ini bertujuan untuk mendapatkan petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter milik Federal Reserve. Sejauh itu, harga emas spot bergerak turun sebesar 2,3% mencapai level $31,96 per troy ounce, sedangkan platina anjlok 1,2% hingga di posisi $983,44, serta palladium merosot 0,9% sampai dengan angka $967,35.

Penulis blog

Tidak ada komentar