NOIS.CO.ID - Masa depan Marcus Rashford di Manchester United semakin tidak pasti. Setelah gagal bersinar di bawah Ruben Amorim dan gagal dipermanenkan oleh Aston Villa, kini muncul kabar bahwa Inter Milan siap menampung sang penyerang, tapi hanya lewat skema pinjaman. Apakah ini pertanda akhir kisah Rashford bersama Setan Merah?
Rashford sebenarnya memiliki momen bangkit saat dipinjamkan ke Aston Villa pada paruh kedua musim lalu. Bersama skuat racikan Unai Emery, ia mencatat 4 gol dan 6 assist dari 17 pertandingan di semua kompetisi.
Namun performa tersebut ternyata belum cukup untuk membuat Villa berminat menebusnya secara permanen. Klub asal Birmingham itu kabarnya menolak tawaran MU senilai 40 juta Pounds untuk mempermanenkan Rashford.
Kini, masa depan striker berusia 27 tahun itu kembali penuh tanda tanya. Sempat ada rumor ketertarikan dari Barcelona. Namun, peluang itu makin mengecil seiring fokus Blaugrana beralih ke winger Athletic Bilbao, Nico Williams.
Gaji Tinggi, Minat Tipis
Satu tantangan utama untuk melepas Rashford secara permanen adalah besarnya gajinya. Dengan kontrak tiga tahun tersisa dan gaji 325 ribu Pounds per pekan, Rashford menjadi pilihan yang mahal bagi banyak klub.
Menurut laporan Manchester Evening News , dikutip Sabtu (21/6), makin besar kemungkinan MU tak bisa menjual Rashford musim panas ini dan harus mempertimbangkan opsi peminjaman. Di tengah kondisi itu, Inter Milan muncul sebagai peminat baru. Klub runner-up Liga Champions itu siap menampung Rashford—tapi hanya dengan status pinjaman untuk musim 2025/2026.
Inter Milan Mengajukan Proposal Pinjaman
Ketertarikan Inter ini terungkap lewat laporan Manchester Evening News. Kabarnya, perwakilan Inter sudah berbicara dengan MU soal kemungkinan peminjaman Rashford, bersamaan dengan pembahasan masa depan Rasmus Højlund.
Bagi Inter, merekrut Rashford dengan skema pinjaman dianggap solusi ideal. Mereka bisa memperkuat lini depan tanpa harus mengucurkan dana besar.
Sementara bagi Rashford, Inter menawarkan hal yang tak bisa diberikan banyak klub lain: tiket ke Liga Champions, sesuatu yang ia inginkan untuk langkah berikut kariernya. Menariknya, Rashford disebut sudah menolak pendekatan sejumlah klub Arab Saudi. Baginya, melanjutkan karier di Eropa—khususnya di Liga Champions—adalah prioritas.
Hubungan yang Pecah dengan Amorim
Di sisi lain, hubungan Rashford dengan pelatih MU, Ruben Amorim, tampaknya sudah telanjur memburuk. Pelatih asal Portugal itu beberapa kali mengkritik sikap dan etos kerja Rashford sejak pertama kali tiba di Old Trafford.
Kondisi ruang ganti yang tidak sehat membuat Rashford dipinjamkan ke Aston Villa pada Januari. Kini, walaupun ada sebagian internal MU yang kabarnya masih berharap Rashford bisa kembali menemukan bentuk terbaiknya bersama Setan Merah, namun Amorim bukan salah satunya.
Menurut laporan yang sama, sangat kecil kemungkinan hubungan itu bisa dipulihkan. "Bagi Amorim, Rashford bukan lagi bagian dari rencana jangka panjang klub," tulis laporan tersebut.
Statistik Rashford di MU
Patut diingat, Rashford bukanlah sosok sembarangan di MU. Sejak debut di tim utama, striker lulusan akademi itu sudah mengemas 138 gol dan 77 assist dari 426 penampilan. Namun sayangnya, karier cemerlang itu tampaknya mulai meredup seiring berbagai masalah performa dan kebugaran, serta datangnya pelatih baru yang membawa filosofi berbeda.
Jalan Terjal Bagi Semua Pihak
Kini, opsi peminjaman ke Inter bisa jadi solusi terbaik—baik bagi MU, Rashford, maupun Inter. Namun tentu saja, peminjaman tak serta merta memberikan pemasukan segar yang diharapkan MU dari penjualan permanen.
Apalagi di tengah rencana besar Ruben Amorim untuk merekrut pemain anyar, setiap suntikan dana tentu sangat berarti. Di sisi Rashford sendiri, keputusan ini bisa menjadi momentum untuk membuktikan bahwa ia masih layak bersaing di level top Eropa. Bila tampil gemilang di Serie A, pintu menuju klub-klub elit lain bisa kembali terbuka.
Harapan Baru di Tanah Italia?
Untuk Inter Milan, mendatangkan Rashford jelas dapat menambah kekuatan lini serang. Dengan pengalamannya bermain di Premier League dan Liga Champions, Rashford bisa menjadi opsi cadangan atau rekan satu lini yang ideal bagi penyerang utama mereka.
Tinggal bagaimana negosiasi berjalan, mengingat MU tentu ingin Inter ikut menanggung sebagian besar gaji sang pemain. Apakah ini awal petualangan baru bagi Rashford di tanah Italia? Atau justru babak akhir kariernya bersama klub yang telah membesarkan namanya?
Masa Depan Rashford Masih Misteri
Translation:
Rashford sendiri ingin berkompetisi di Liga Champions. Inter Milan tertarik, namun hanya untuk pinjaman. Semuanya kini ada di meja negosiasi. Dan dalam hitungan minggu, kita akan tahu: apakah Rashford bakal berkostum biru-hitam musim depan, atau masih tersangkut di Old Trafford.
Redaksi
Tidak ada komentar