
NOIS.CO.ID,Jakarta-Pengakuan terhadap negaraPalestinasemakin meluas di tingkat internasional. Hingga pertengahan 2025, setidaknya 147 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah secara resmi mengakui kedaulatan Palestina.
Media asal Australia,ABC, melaporkan Prancis diperkirakan akan menjadi negara ke-148 yang menambah daftar negara yang mengakui Palestina.Pengakuanini disampaikan setelah Presiden Emmanuel Macron mengumumkan rencana akan melakukan pengakuan resmi dalam Sidang Umum PBB bulan September mendatang.
Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut tindakan itu sebagai 'hadiah bagi teror'. "Negara Palestina dalam kondisi seperti ini akan menjadi dasar peluncuran untuk menghancurkan Israel, bukan untuk hidup damai berdampingan dengannya," kata Netanyahu dalam sebuah unggahan di X seperti dikutip dari halamanABC.
Dukungan Global untuk Palestina
Dikutip dari halamanUlasan Populasi Dunia, sebagian besar negara-negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah telah mengakui Palestina sejak deklarasi kemerdekaan pada 15 November 1988. Di kawasan Eropa, gelombang baru pengakuan datang dari Irlandia, Spanyol, dan Norwegia pada Mei 2024. Diikuti oleh Slovenia bulan berikutnya, serta Barbados, Jamaika, dan sejumlah negara Karibia lainnya.
Negara-negara seperti Tiongkok, Rusia, India, Indonesia, Afrika Selatan, dan Brasil juga telah lama mendukung status negara Palestina. Sementara itu, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, dan Korea Selatan masih menahan diri dengan alasan menunggu proses negosiasi langsung antara Israel dan Palestina.
Sementara itu, Australia hingga saat ini belum memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina. Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menegaskan komitmen terhadap solusi dua negara yang dapat hidup berdampingan dalam damai dan keamanan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut bahwa aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri telah lama menjadi bagian dari konsensus bipartisan di Australia. Namun ia belum secara spesifik menyatakan akan memberikan pengakuan formal dalam waktu dekat.
"Mengakui aspirasi sah rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri telah lama menjadi posisi bipartisan di Australia," kata Albanese dilansir dariABCAustralia berkomitmen pada masa depan di mana rakyat Israel dan Palestina dapat hidup dalam damai dan aman, di dalam perbatasan yang aman dan diakui secara internasional.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong pada 2024 pernah mengisyaratkan bahwa Australia mungkin akan mempertimbangkan pengakuan Palestina, asalkan menjadi bagian dari proses perdamaian, bukan akhir dari proses itu sendiri.
Meskipun demikian, Australia menunjukkan perubahan sikap diplomatiknya dalam beberapa forum internasional. Pada November 2024, Australia untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade mendukung rancangan resolusi PBB tentang kedaulatan permanen rakyat Palestina atas sumber daya alam di wilayah pendudukan.
10 Negara Baru yang Mengakui Negara Palestina
Dilaporkan dari berbagai sumber, berikut daftar terbaru negara yang telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara:
- Meksiko (5 Februari 2025)
- Armenia (21 Juni 2024)
- Slovenia (4 Juni 2024)
- Spanyol (28 Mei 2024)
- Norwegia (28 Mei 2024)
- Irlandia (28 Mei 2024)
- Kepulauan Bahama (7 Mei 2024)
- Trinidad dan Tobago (2 Mei 2024)
- Jamaika (22 April 2024)
- Barbados (19 April 2024).
Sebagai informasi, secara geografis negara Palestina mencakup wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta Jalur Gaza. Namun wilayah ini belum sepenuhnya bebas dari pendudukan atau kontrol pihak lain. Israel masih menguasai sebagian besar wilayah Tepi Barat dan memblokade Gaza, sementara Yerusalem tetap menjadi titik konflik utama.
Sementara itu, PBB dijadwalkan mengadakan konferensi internasional tentang Palestina dan penerapan solusi dua negara di New York pada akhir Juli 2025. Amerika Serikat memilih untuk tidak hadir dalam forum tersebut.
Redaksi
Tidak ada komentar